Esa Fajar, melanjutkan, selain kegiatan di bulan Juni, pihaknya juga melakukan kegiatan lanjutan di Bulan Oktober 2025 yang mengarah ke perikanan budidaya payau, yaitu komoditas bandeng, yang terkosentrasi di Desa Lengkos ambi Timur Kecamatan Riung.

Dirinya mengatakan dalam penyampaiannya Dinas Perikanan Ngada dan Kepala Desa lengkosambi Timur secara menyeluruh mengungkap sejumlah isu menarik diantaranya soal konsep budidaya bandeng yang masih bersifat tradisional dimana petambak belum mendapat pelatihan yang layak sesuai standar yang langsung dijawab dengan pemberian materi pembenihan ikan bandeng.

">

Demikian juga dengan pelatihan lainnya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas budidaya bandeng masih tetap akan diberikan oleh tim PM ITB-UB pada kesempatan selanjutnya sembari mengevaluasi hasil pelatihan pembenihan.

“Dari kegiatan yang sudah berlangsung konsep tetra-helix bekerja dalam fungsinya mencapai tujuan perikanan budidaya yang berkelanjutan di Kabupaten Ngada. Tim dosen ITB-UB sebagai pakar akademisi yang berperan memberikan acuan-acuan empiris hasil penelitian di kalangan kampus dan berkewajiban untuk menyampaikan kepada pihak yang membutuhkan dengan harapan komunitas masyarakat tidak lagi menjadi objek, namun objek yang juga wajib partisipatif guna pengembangan model budidaya yang berkelanjutan dan hasil yang meningkat signifikan sesuai sudut pandang empiris,” katanya lagi.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perikanan,
Wilbrordus Siga, di kesempatan itu berharap ke depannya pendampingan dan pelatihan semacam ini terus dikembangka.

“Semoga apa yang diberikan oleh Bapak/Ibu dosen ini tidak putus disini saja, tetapi terus dilanjutkan dan dikembangkan bersama. Apalagi kita punya SMK Perikanan yang alat-alat nya cukup lengkap, namun kami banyak yang tidak tahu cara pakainnya,” ungkapnya.

Sejalan dengan visi Dinas Perikanan, Anggota DPRD Ngada Atanasius Yosep Lengu pun sependapat.

Dirinya menyebut sebagai legislator, pihaknya akan berupaya untuk memberikan kebijakan pro masyarakat terutama pelaku perikanan budidaya.

“Masukan-masukan dari Bapak/Ibu dosen ini dapat dijadikan pertimbangan teknis sebelum kebijakan dibuat,” pungkasnya.

Sedangkan Ketua Tim, Dr Saat Mubarrok di saat yang sama tidak menutupi rasa senang akan sambutan yang pihaknya terima.

“Kami sangat senang dan sudah seperti saudara. Saya berharap kedekatan ini dapat terus berlangsung dari kami akademisi, pembuat kebijakan, pelaksana kebijakan, dan masyarakat dapat bersinergi menyelesaikan masalah dan meningkatkan potensi daerah di Ngada,” tutupnya.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625