Rp. 280.000.000 dan pembangunan Gedung PAUD sebesar Rp. 180.000.000 juga urung dikerjakan oleh Yohanes Rehi.

“Itu belum termasuk dengan Pembangunan Rumah Layak Huni 5 unit dengan per unitnya 50.000.000.

">

Dalam Bidang Pemberdayaan terdapat Belanja ketahanan pangan dan hewani yang dianggarkan Rp. 50.000.000 namun tidak ada buktinya. Itu belum termasuk pengadaan mesin Rontok Padi berjumlah 2 unit x 16.000.000 dengan total Rp. 32.000.000

serta Pemberian Makanan Tambahan pada bidang kesehatan dengan nilai total anggaran Rp. 25.000.000,” pungkasnya.

Kondisi ini katanya kian parah dengan tidak adanya Pengadaan Obat Herbisida sebagaimana yang dianggarkan dalam APBDes nilai Belanja Rp. 150.000.000.

“Belum lagi Gaji Ketua dan Anggota BPD serta perangkat kecil hanya dibayarkan 5 bulan sedangkan sisanya digelapkan oleh kepala desa. Kepala Desa juga tidak pernah transparan dalam pengelolaan keuangan desa padahal dalam APBDes terdapat pengadaan baliho/spanduk untuk informasi publik terkait APBDes tahun berjalan,” ungkapnya kesal.

Dirinya pun berharap laporan terhadap Kades Kahale, Yohanes Rehi ini pun kemudian bisa ditindaklanjuti oleh Bupati dan pihak lainnya agar memberikan efek jera buat sang kades.

“Semoga dalam waktu dekat DPRD dan Inspektorat bisa turun ke sana,” ujarnya.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625