PSI tentu tidak mau disebut pengkhianat jika berpaling dari KIM kendati dampak lurusnya kecil tapi langkah politik yang bengkok bisa membuat komando tegak lurus bakal terganggu.
Alih-alih membentuk poros tengah, PSI tentu akan memilih jalur aman untuk memperkuat kaki KIM di daerah.
Begitupun dengan Partai Non Seat lainnya seperti Partai Persatuan Pembangunan, Partai Gelora, Partai Kebangkitan Nusantara, Partai Garuda, Partai Bulan Bintang, Partai Buruh, dan Partai Ummat yang sedari awal sudah membuka pendaftaran bakal calon yang kemudian hanya diikuti oleh pasangan Ratu Wulla Talu dan Angga Kaka.
Kendati belakangan tersiar kabar ada upaya sejumlah bakal calon yang sudah ‘terlempar’ untuk merayu partai-partai tersebut.
“Ada bakal calon yang sudah dekati cuma kami belum memberikan jawaban,” kata salah satu petinggi Partai Non Seat kepada wartawan, Rabu 21 Agustus 2024 kemarin.
Menariknya, ia secara terbuka tidak menutup kemungkinan untuk membentuk poros baru andai memungkinkan.
Mengingat dalam politik semua serba kebetulan terlebih lagi nama seperti Aleks Rangga Pija dan Soleman Lende Dappa disebut-sebut tertarik menggunakan opsi tersebut untuk maju membentuk poros tengah.
Ketertarikan itu kian kencang belakangan ini seiring dengan nama keduanya mencuat ke publik berkat dukungan masyarakat kepada keduanya.
Dikejar Waktu
Kendati punya kans namun keduanya malah diburu waktu untuk merampungkan koalisi partai yang non seat yang diinginkan sebelum pembukaan pendaftaran di KPU Kabupaten Sumba Barat Daya yang menyisahkan lima hari lagi.
Berat? Tentunya karena untuk merampungkan koalisi Partai Non Seat bukan perkara mudah.
Butuh proses yang panjang mulai dari pendaftaran cepat, pengajuan ke DPW Provinsi hingga DPP sebelum mendapatkan form B1 KWK. Itu belum termasuk mahar yang boleh jadi tidak sedikit.
Lalu siapkah para bakal calon alternatif memenuhi syarat itu? Argh…entahlah hanya waktu yang bisa menjawabnya dan mungkin mukjizat walaupun hanya 1 persen. ***
|

Tinggalkan Balasan