NTTKreatif, Tambolaka – Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla menyebut kasus terhadap anak diseluruh Indonesia sangat tinggi.

Sementara di Sumba Barat Daya ada 34 kasus yang sebagian besar merupakan kasus kekerasan seksual yang sedang ditangani oleh UPTD PPA.

">

Menurutnya, mengutip data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tahun 2024, jumlah kekerasan terhadap perempuan di Indonesia hingga saat ini terus meningkat.

Sementara itu, data sistem online Perlindungan Perempuan dan Anak Simfoni PPA dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menunjukan sejak 1 Januari – 21 April 2025 terdapat 6.918 laporan kekerasan dan 5.950 kasus, diantaranya melibatkan perempuan sebagai korban.

“Oleh karena itu, hari ini juga kita akan menegaskan komitmen bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya memfokuskan pada perhatian tumbuh kembang anak diseluruh wilayah mulai tingkat desa hingga Kabupaten untuk menjadi Kabupaten layak anak,” kata Bupati Ratu dalam sambutannya dikegiatan peringatan Hari Anak Nasional, Senin(04/08/2025) di Fortuna Convention Halla, Tambolaka.

Lebih lanjut, dengan sejumlah kasus kekerasan seksual di wilayah ini, Bupati Ratu menekankan pentingnya meningkatkan pola asu anak supaya dapat bertumbuh secara optimal, baik dari segi fisik, mental dan kecerdasan serta melakukan pencegahan.

Dengan begitu, ia meyakini bahwa anak-anak tidak lagi menjadi korban kekerasan dan diskriminasi. Bukan hanya itu, disebutnya lagi bahwa semakin baik kualitas anak, maka semakin baik pula kehidupan masa depan bangsa.

Apalagi, kata dia, anak-anak merupakan potensi dan penerus cita-cita perjuangan bangsa yang memiliki peran strategis dan sifat khusus yang memerlukan perlindungan dalam rangka menjamin pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental secara utuh.

Namun demikian, untuk mencegah berbagai jenis kekerasan pada anak, Bupati Ratu mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan dalam memerangi persoalan tersebut.

“Kita melihat kondisi yang ada di Sumba Barat Daya, data terhadap kasus anak sangat tinggi. Ini tidak bisa dibiarkan, karena ketika anak-anak kita mengalami pelecehan atau kekerasan seksual, ini sebagai tanda masa depan anak-anak kita menjadi suram.

Oleh karena itu, Pemerintah harus hadir dengan berbagai intervensi program-program kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan anak,” tambahnya.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625