NTTKreatif, TAMBOLAKA – kondisi gagal tumbuh pada anak atau stunting, itu ditandai dengan tinggi badan anak lebih pendek dari anak seusianya.
Hal itu juga berdampak pada kemampuan fisik dan mental atau kecerdasan pada anak.
Karena itu, BKKBN bersama mitra kerja komisi IX DPR RI Ratu Wulla Talu dalam berbagai macam tantangan , terus melakukan upaya percepatan penurunan stunting di Desa Wainyapu, kecamatan Kodi Balaghar, Sumba Barat Daya (SBD) Selasa tanggal 6 Agustus 2024 pagi.
Hadir dalam kegiatan itu, perwakilan BKKBN provinsi dr. Watik, DPRD NTT Dominikus Alphawan R. Kaka, pastor rekan paroki Waikabala Romo Lukas Gaina Rode, Ketua Fraksi NasDem DPRD SBD, Thomas Tanggu Dendo, pemerintah Desa Wainyapu, tokoh adat dan tokoh masyarakat.
Dalam materinya, perwakilan BKKBN provinsi dr. Watik menyebut kalau pencegahan stunting harus dimulai dari calon pengantin.
Hal ini sebutnya penting karena calon pengantin adalah penentu kesehatan anak di masa depan.
“Sasaran pencegahan stunting itu dimulai dari Calon pengantin, ibu hamil, dan keluarga yang punya anak dibawa dua tahun dan di bawa lima tahun,” ungkapnya.
Lebih rinci untuk pencegahan penurunan stunting sejak dini, dr. Watik memberikan himbauan kepada ibu hamil dan yang baru melahirkan agar bayi dibawah dua tahun agar diberikan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif.
“Ibu-ibu yang baru melahirkan, bayi itu harus diberikan ASI eksklusif dan setelah 2 tahun baru diberikan makanan pendamping ASI, lalu kemudian harus rajin bawa ke posyandu juga,” ungkapnya lagi.
Dalam kesempatan itu pula salah satu tokoh rohaniawan Romo Lukas Gaina Rode, sempat mengutarakan kebanggaannya kepada komisi IX DPR RI Ratu Wulla Talu selama masa kepemimpinan yang diembannya.
“Saya mengucapkan terimakasih untuk mama Ibu Ratu, yang suda membantu kami orang muda katolik, yang sudah sangat membantu kami atas kebaikannya ketika kami membangun lapangan futsal saat itu”katanya.
Mengakhiri kegiatan percepatan penurunan stunting, komisi IX DPR RI Ratu Wulla Talu, mengajak seluruh masyarakat Desa Wainyapu untuk berkolaborasi bermasa perang melawan stunting.
“Mari bapak mama kita sama-sama bekerja saling mendukung untuk melawan Stunting di SBD,” ungkapnya.***
|

Tinggalkan Balasan