“Dengan teknologi nuklir, kita dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam terkait efektivitas pemupukan menggunakan radiotracer atau perunut radioaktif. Selain itu, radiasi juga dapat dimanfaatkan dalam rekayasa genetika untuk menghasilkan varietas unggul,” paparnya.
Terlibat dalam Kompetisi Robot dan Penelitian Pesawat Tanpa AwakÂ
Ketekunan tersebut pun membawa Han Kleden terpilih dan bergabung dengan Tim Gamaforce atau Gadjah Mada Flying Object Research Center, salah satu tim riset di Universitas Gadjah Mada yang berfokus pada penelitian dan manufaktur pesawat tanpa awak (UAV) atau drone.
Di dalam tim itu, Han Kleden bertugas sebagai Vision and Control Programmer, dengan tanggung jawab utama mengembangkan program untuk mengontrol pergerakan UAV secara otonom guna melaksanakan misi tertentu.
“Dalam menjalankan tugas ini, saya bekerja sama dengan rekan-rekan dari berbagai disiplin ilmu yang terbagi ke dalam beberapa divisi, yaitu mekanis, elektronis, telemetri, dan manajerial,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Han Kleden juga bergabung dalam Sub Tim Fiachra Aeromapper Fixed Wing, yang berfokus pada penelitian UAV untuk pengiriman paket darurat di wilayah bencana.
Selain itu, Han Kleden juga dipercayakan bergabung dengan Sub Tim Ashwincara, yang melakukan riset terkait UAV tempur dengan misi Aerial Combat dan Kamikaze.
Seluruh riset ini, kata Han, dilakukan melalui kolaborasi tim, dengan mengintegrasikan keahlian dan pengetahuan masing-masing anggota untuk mengembangkan UAV yang mampu menjalankan misi secara efektif.
“Hasil penelitian ini kemudian diujikan dalam berbagai kompetisi dan lomba tingkat nasional maupun internasional,” tandasnya lagi. ***
|
