NTTKreatif, LARANTUKA – Kendati berada di ujung pulau Flores, namun Kabupaten Flores Timur (Flotim), NTT tidak henti-hentinya menelurkan kader-kader muda berbakat dan berprestasi.
Bahkan prestasi mereka tersebut membuat mereka diakui secara Nasional maupun Internasional.
Seperti yang dilakukan oleh Petrus Kurniawan Kleden atau Han Kleden yang secara mengejutkan mencatatkan namanya sebagai pemenang di sejumlah kompetisi Robot dimulai dengan menjadi juara 1 Kompetisi Robot terbang Indonesia 2023 kategori Fixed Wing, Juara 2 pagelaran mahasiswa teknologi informasi dan komunikasi (Gemastik) 2024 Divisi 9 piranti cerdas, sistem Benam dan IoT serta Top 15 UAV Fighter Competition Teknofest 2024 di Turki.
Torehan prestasi itu tidak lepas dari ketekunan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Semester 8 selama ini yang memilih memilih kuliah pada jurusan teknik nuklir dan teknik fisika di UGM.
Sebuah jurusan yang bagi kebanyakan orang bakal dihindari apalagi dengan tekanan yang demikian besarnya.
Namun hal tersebut bagi Han Kleden bukanlah halangan. Pasalnya sejak di bangku SMA khususnya SMA Frateran Podor Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Han Kleden sudah dikenal sebagai siswa yang gemilang hingga mengikuti lomba OSN Matematika mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Han mengatakan, ketertarikannya terhadap disiplin ilmu teknik secara umum turut menjadi faktor utama dalam keputusan tersebut.
Han menyebut, teknik nuklir tidak hanya berfokus pada teori dan penerapan radiasi nuklir tetapi juga mencakup berbagai disiplin ilmu teknik lainnya.
“Saya memilih Teknik Nuklir sebagai program studi karena merupakan satu-satunya program S1 di Indonesia yang menawarkan pendidikan di bidang ini,” katanya kepada nttkreatif.com, Minggu, 23 Februari 2025 lalu.Â
Han mengatakan teknik nuklir memiliki berbagai penerapan yang luas, terutama dalam empat bidang utama yaitu energi, medis, industri, dan lingkungan.
“Saya sendiri lebih menekuni bidang energi dan lingkungan,” imbuhnya.
Han menerangkan, ilmu yang dia minati bisa diterapkan di Kabupaten Flores Timur pada sektor lingkungan, khususnya dalam budidaya pertanian.
“Dengan teknologi nuklir, kita dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam terkait efektivitas pemupukan menggunakan radiotracer atau perunut radioaktif. Selain itu, radiasi juga dapat dimanfaatkan dalam rekayasa genetika untuk menghasilkan varietas unggul,” paparnya.
Terlibat dalam Kompetisi Robot dan Penelitian Pesawat Tanpa AwakÂ
Ketekunan tersebut pun membawa Han Kleden terpilih dan bergabung dengan Tim Gamaforce atau Gadjah Mada Flying Object Research Center, salah satu tim riset di Universitas Gadjah Mada yang berfokus pada penelitian dan manufaktur pesawat tanpa awak (UAV) atau drone.
Di dalam tim itu, Han Kleden bertugas sebagai Vision and Control Programmer, dengan tanggung jawab utama mengembangkan program untuk mengontrol pergerakan UAV secara otonom guna melaksanakan misi tertentu.
“Dalam menjalankan tugas ini, saya bekerja sama dengan rekan-rekan dari berbagai disiplin ilmu yang terbagi ke dalam beberapa divisi, yaitu mekanis, elektronis, telemetri, dan manajerial,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Han Kleden juga bergabung dalam Sub Tim Fiachra Aeromapper Fixed Wing, yang berfokus pada penelitian UAV untuk pengiriman paket darurat di wilayah bencana.
Selain itu, Han Kleden juga dipercayakan bergabung dengan Sub Tim Ashwincara, yang melakukan riset terkait UAV tempur dengan misi Aerial Combat dan Kamikaze.
Seluruh riset ini, kata Han, dilakukan melalui kolaborasi tim, dengan mengintegrasikan keahlian dan pengetahuan masing-masing anggota untuk mengembangkan UAV yang mampu menjalankan misi secara efektif.
“Hasil penelitian ini kemudian diujikan dalam berbagai kompetisi dan lomba tingkat nasional maupun internasional,” tandasnya lagi. ***
|
