NTTKreatif, Tambolaka – Belum lama ini oknum yang mengatasnamakan wartawan berinisial JD diadukan oleh sejumlah pewarta SBD di polres Sumba Barat Daya dan Dewan Pers.
Pasalnya, oknum JD dinilai merusak citra para insan pers di Kabupaten Sumba Barat Daya di mata para mitra media.
Apalagi dalam menjalankan tugasnya dirinya diduga melakukan upaya pemaksaan terhadap aparat untuk memuluskan laporan yang dibuat dengan memakai statusnya sebagai wartawan.
Menariknya, usai pengaduan tersebut dibuat, banyak pihak pun beramai-ramai memberikan dukungan terhadap langkah yang diambil Pewarta SBD itu.
Salah satunya adalah Pj Kades Wee Wulla, kecamatan Wewewa Selatan Yohanes Umbu Leba yang belakangan diketahui jadi korban akibat ulah JD.
Dirinya pun menyebut kelakuan JD seperti itu tidak menunjukkan etika sebagai jurnalis.
“Saya sepakat dan bangga dengan apa yang sudah dilakukan oleh sejumlah pewarta SBD soal oknum JD itu diadukan ke polres SBD. Saya juga jadi korban dari ketidak profesionalitasnya dia. Setahu saya kalau memang dia wartawan ya menulis berita berdasarkan data yang akurat bukan video siaran langsung yang dimuat akun pribadi,” ungkapnya saat ditemui media NTTKreatif.com, Sabtu 20 Juli 2024 pagi tadi.
Dirinya mengungkapkan buntut dari ketidak profesionalitas JD yang mengaku wartawan, salah satu pengerjaan jalan rabat di desanya kini terhambat usai adanya upaya pengerusakan dari warganya sendiri.
“Yang kerja itu rabat jalan kan mereka lalu yang lakukan pengrusakan juga itu mereka artinya oknum masyarakat yang rusakkan harus bertanggungjawab atas apa yang dilakukan,” ungkapnya.
Dirinya bahkan menduga ada provokator dalam persoalan tersebut.
“Saya secara pribadi menduga bahwa ada provokator disitu, karena tidak mungkin tidak. Sampai sekarang pekerjaan itu harus terhenti karena ulah oknum masyarakat itu sendiri, karena pekerjaan itu juga belum finishing. Karena saya sudah laporkan mereka secara resmi di Polres SBD untuk usut siapa yang dibalik itu semua. Saya yakin ada yang suruh masyarakat saya,” tambahnya. ***
|

Tinggalkan Balasan