Sedangkan untuk bulan-bulan berikutnya, dirinya dan kawannya belum menerimanya hingga hari ini.
“Ini masalah klasik sebenarnya tapi tidak separah ini. Karena biasanya tiga bulan atau enam bulan saja bukan selama ini,” katanya.
Dirinya menambahkan kendati jumlah uangnya Tamsilnya tidak seberapa namun bagaimana pun pemerintah sebutnya harus bisa membayar apa yang menjadi hak guru.
Terlebih uang tersebut sudah dianggarkan oleh pemerintah bagi guru non sertifikasi.
“Jumlah guru di SBD yang non sertifikasi itu banyak sekali bukan kami saja ini. Kalau bicara butuh iya kami butuh karena untuk kebutuhan keluarga kami kendati uangnya tidak seberapa,” katanya lagi.
Hal tersebut ungkapnya menjadi kekecewaan tersendiri buat pihaknya sehingga dirinya meminta agar tunjangan Tamsil yang masih belum dibayarkan bisa dibayarkan secepatnya.
“Kalau belum bisa bayar iya harus disampaikan. Beri alasan kepada kami kenapa. Jangan kemudian diam saja. Terkesan tidak ada tanggung jawabnya. Ini hak kami yang wajib dibayar apapun itu kondisinya,” ungkapnya lagi penuh kecewa. ***
|
