NTTKreatif, TAMBOLAKA – Tunjangan Tambahan Penghasilan (Tamsil) para guru di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), NTT hingga kini belum kunjung dibayarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan SBD.
Hal tersebut membuat sejumlah guru pun merasa kecewa. Bagaimana tidak, apa yang menjadi haknya malah belum diberikan sebagaimana seharusnya.
Terlebih lagi, untuk tahun 2024 mereka baru menerima Tamsil untuk Triwulan I saja sedangkan untuk Triwulan II, III dan IV belum ada informasi hinga pertengahan bulan Januari tahun 2025 ini.
“Sampai sekarang belum dibayarkan oleh Dinas selama 9 bulan,” kata perwakilan guru berinisial D kepada wartawan, Kamis, 13 Februari 2025 malam tadi.
Dirinya menerangkan kalau secara aturan tunjangan tamsil hanya diperuntukkan buat para guru yang belum tersertifikasi.
Setiap bulannya sebutnya masing-masing guru akan memperoleh tunjangan tamsil sebesar Rp250 ribu.
Namun begitu, khusus untuk kabupaten SBD, proses pembayaran selalu mengalami keterlambatan.
Bahkan kondisi tersebut sudah berlangsung lama. Namun demikian katanya berbeda dengan pencairan tamsil tahun 2024 lalu.
Dimana kata dia, untuk tunjangan tamsil bulan Maret saja, dirinya baru menerimanya di bulan Desember lalu.
Sedangkan untuk bulan-bulan berikutnya, dirinya dan kawannya belum menerimanya hingga hari ini.
“Ini masalah klasik sebenarnya tapi tidak separah ini. Karena biasanya tiga bulan atau enam bulan saja bukan selama ini,” katanya.
Dirinya menambahkan kendati jumlah uangnya Tamsilnya tidak seberapa namun bagaimana pun pemerintah sebutnya harus bisa membayar apa yang menjadi hak guru.
Terlebih uang tersebut sudah dianggarkan oleh pemerintah bagi guru non sertifikasi.
“Jumlah guru di SBD yang non sertifikasi itu banyak sekali bukan kami saja ini. Kalau bicara butuh iya kami butuh karena untuk kebutuhan keluarga kami kendati uangnya tidak seberapa,” katanya lagi.
Hal tersebut ungkapnya menjadi kekecewaan tersendiri buat pihaknya sehingga dirinya meminta agar tunjangan Tamsil yang masih belum dibayarkan bisa dibayarkan secepatnya.
“Kalau belum bisa bayar iya harus disampaikan. Beri alasan kepada kami kenapa. Jangan kemudian diam saja. Terkesan tidak ada tanggung jawabnya. Ini hak kami yang wajib dibayar apapun itu kondisinya,” ungkapnya lagi penuh kecewa. ***
|
