NTTKreatif, TAMBOLAKA – Tanpa harus berpikir panjang, salah satu kandidat yang akan bertarung di Pilkada SBD pada November mendatang Richardus Holo Kondo berani mengambil langkah berani dengan meninggalkan jabatannya di pemerintahan Kabupaten Sumba Barat Daya.
Tidak tanggung-tanggung jabatan yang berani ia lepas adalah kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Barat Daya.
Langkah tersebut ia ambil karena dirinya dipinang menjadi calon wakil Bupati SBD mendampingi bakal calon Bupati SBD, D Dama.
Bahkan untuk menunjukkan keseriusannya tersebut, Richardus Holo Kondo sampai harus mengundurkan diri dari jabatannya dan mengambil cuti diluar tanggungan Negara.
“Tentunya mulai dari tanggal 4 Juli kita sudah mulai berproses dengan dinamika politik yang ada. Dan secara administrasi kepegawaian saya tertanggal 18 Juli sudah diberikan SK cuti diluar tanggungan Negara yang dikeluarkan oleh bapak Bupati. Ini semua karena saya cinta SBD,” katanya kepada wartawan jumpa pers di yayasan D’Dama pada Sabtu 28 Juli 2024 kemarin.
Di kesempatan itu, Richardus Holo Kondo juga berbicara soal isu terkait kemungkinan dirinya dan D Dama yang terdepak akibat kesulitan memperoleh dukungan parpol.
Baginya hal tersebut adalah bagian dari dinamika politik namun keduanya memastikan kalau saat ini setidaknya ada 3 partai yang menunjukkan signal positif untuk mendukung keduanya di Pilkada SBD salah satunya adalah PKB yang sebelumnya sempat dikabarkan sudah merapat ke bakal calon tertentu.
“Jadi sifatnya menjadi tidak elok kalau kita mendahului apa yang menjadi kewenangan DPP, karena bagi kita sejauh ini belum ada SK yang sifatnya final sebagai format yang patut sebagai persyaratan untuk mendaftar di KPU. Oleh karena itu, kita tetap berada dalam kondisi optimis terhadap situasi dan kondisi ini,” tutup calon wakil Bupati SBD
Dirinya pun berharap dalam proses Pilkada SBD mendatang bisa berjalan lancar dan aman tanpa kendala apapun termasuk saling sikut antar pendukung seperti pengalaman Pilkada sebelumnya mengingat momen Pilkada SBD sebutnya adalah pesta rakyat untuk memilih pemimpinnya. ***
|

Tinggalkan Balasan