Dekranasda dan TP PKK SBD siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memfasilitasi kebutuhan pembinaan atlet muda secara berkelanjutan.

Penyambutan kontingen ini juga menjadi momen ungkapan syukur atas keselamatan seluruh atlet dan official. Meski sempat diuji bencana gempa bumi saat berlaga di Maumere, seluruh rombongan dipastikan kembali ke Sumba Barat Daya dalam keadaan sehat dan selamat.

">

Sementara itu, Bupati SBD Ratu Wulla Talu menegaskan bahwa Pemkab SBD memiliki komitmen anggaran yang besar untuk mendukung kemajuan dan pengembangan dunia olahraga daerah.

Kendati demikian, Bupati Ratu menuntut evaluasi mendalam terkait efektivitas pengiriman kontingen ke ajang luar daerah oleh Askap.

Bupati SBD dengan tegas menyatakan tidak ingin lagi melihat pengiriman kontingen kejuaraan yang hanya sekadar untuk memenuhi kuota partisipasi atau menjadi tim pelengkap.

Setiap rupiah dari anggaran daerah harus dipertanggungjawabkan melalui target dan kinerja yang terukur.

Ratu Wulla menetapkan bahwa periode 2025–2026 sebagai masa evaluasi total bagi seluruh cabang olahraga apalagi Askab itu sendiri.

Pembenahan infrastruktur latihan, manajemen kontingen, hingga metode seleksi atlet akan dibongkar dan disempurnakan secara menyeluruh.

“Saya tidak mau mengirim kontingen hanya sekadar pelengkap dan menghabiskan anggaran. Mulai tahun 2027, saya pastikan seluruh kontingen yang berangkat membawa nama Sumba Barat Daya harus dipastikan siap menang dan terukur masuk jajaran tiga besar,” tegas Bupati SBD

Capaian tim putri ini diharapkan menjadi titik balik lahirnya generasi emas atlet sepak bola wanita dari Sumba Barat Daya yang mampu bersaing di tingkat nasional.***