NTTKreatif.com, Tambolaka – Sejumlah warga di Desa Pero Konda, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) memilih untuk mengungsi pasca gempa yang terjadi pada Minggu, 4 Oktober 2026 pagi tadi.
Kades Pero Konda, Koda Sigore mengatakan warganya memilih mengungsi karena trauma terhadap peristiwa yang mereka alami tersebut.
“Iya ada beberapa yang memilih mengungsi di keluarga mereka di luar desa ini. Itu karena ada rasa trauma karena gempa yang terjadi begitu cepat dan tiba-tiba,” katanya.
Selain itu, gempa itu sebutnya mengingatkan warga akan insiden di tahun 1972 lalu dimana wilayah tersebut pernah diterpa oleh tsunami.
“Apalagi mereka dapatkan informasi ada gempa susulan sehingga mereka memilih keluar. Selain mengungsi keluar desa, ada juga warga yang memilih tetap di rumah mereka walaupun rumah mereka rusak akibat gempa tersebut,” katanya lagi.
Hal yang sama pun disampaikan salah satu warga, Arsyad Ahmad. Arsyad menyebut sejak gempa pagi tadi, rumahnya kini hanya menyisahkan dirinya sendiri. Sementara istri dan anak-anaknya sudah terlebih dahulu mengungsi untuk menhindarkan diri dari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Sudah tadi pagi pergi. Tinggal saya sendiri. Ini pun saya lagi siap untuk mengungsi ikut keluarga saya,” katanya.
15 KK Terdampak
Di sisi lain menyoal jumlah KK yang terdampak, Kades Pero Konda, Koda Sigore mengungkapkan kalau sesuai data, hingga siang tadi setidaknya sudah ada 15 KK yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa.
“Sesuai data kami sejauh ini baru 15 KK yang terdampak akibat gempa. Rata-rata rusak ringan karena terasnya roboh, ada bagian dapur yang roboh bahkan juga ada pagar pembatas yang ikutan roboh. Lainnya itu retak saja,” katanya.
Selain rumah, SDI Pero pun sebutnya juga terkena dampak langsung dari gempa tersebut. Beberapa bagiannya rusak dan ikutan retak.***

