3. CV Rokatenda – Rp 10.423.212.499,06
4. CV Valentin – Rp 10.921.163.307,97 (peringkat 4)
Fakta ini menimbulkan pertanyaan besar: Mengapa perusahaan dengan penawaran tertinggi justru disebut-sebut akan menang? Apakah ini pertanda kuat bahwa proses lelang hanyalah formalitas belaka?
Banyak kalangan menduga kuat adanya permainan “di balik layar” oleh Kelompok Kerja (Pokja) ULP yang menangani proses ini. Ketertutupan informasi dan indikasi pemenangan dini memunculkan kekhawatiran soal akuntabilitas dan integritas pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Flores Timur
Sebelumnya, saat dikonfirmasi oleh wartawan pada Kamis 12 Juni 2025 siang, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Flotim, Adrianus Lamabela, hanya menyebut bahwa baru lima paket pekerjaan yang telah berjalan hingga pertengahan Juni. Tiga di antaranya adalah paket konstruksi dari program 100 hari kerja yang sedang dalam tahap tender.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi tata kelola pemerintahan di Flores Timur. Jika benar terjadi manipulasi atau pengkondisian, maka ini adalah pengkhianatan terhadap semangat reformasi birokrasi dan prinsip pengadaan yang bersih dan adil.
Masyarakat Flores Timur menunggu ketegasan dan keterbukaan. Akankah Pemkab menjawab dengan bukti transparansi atau malah meneguhkan dugaan adanya skenario gelap di balik proyek jalan miliaran rupiah ini?. (Ell)
|
