“Pelayanan kesehatan sejati itu menjangkau, bukan menunggu. Tugas di wilayah seperti Pulau Solor bukan sekadar pekerjaan, tetapi panggilan kemanusiaan yang luhur,” tegasnya lagi.
Dirinya melanjutkan keberadaan RSP Solor akan menjadi jembatan antara layanan dasar di puskesmas dengan layanan rujukan di rumah sakit kabupaten atau provinsi.
“Saat ini, pemerintah provinsi tengah membangun sistem layanan kesehatan terpadu yang berjejaring dan berkeadilan, agar masyarakat di semua pulau memperoleh akses cepat ke layanan lanjutan baik melalui transportasi laut, telemedisin, maupun sistem rujukan digital. Kita ingin memastikan bahwa dari Pulau Solor hingga Pulau Rote dan Sabu, dari Adonara, Lembata hingga Alor, dari Pulau Flores hingga Pulau Sumba dan Timor setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk sembuh, sehat, dan hidup bermartabat,” tambahnya.
Dirinya pun tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja dengan hati dan semangat pengabdian dari Pemerintah Kabupaten Flores Timur, tenaga kesehatan, tokoh adat dan agama, hingga masyarakat Lewohedo yang dengan tulus menyerahkan tanahnya untuk kebaikan bersama.
“Semoga RSP Solor menjadi sumber berkat dan harapan baru bagi masyarakat kepulauan Flores Timur,” tegasnya kembali. ***
|
