NTTKreatif.com, Larantuka – Masyarakat Pulau Solor patutlah berbangga dengan geliat pembangunan akhir-akhir ini.

Jika sebelumnya Solor seolah dilupakan dan jauh dari pembicaraan banyak orang maka kini stigma itu pelan-pelan mulai luntur tergantikan oleh puja puji yang luar biasa.

">

Teranyar soal peresmian Rumah Sakit Pratama/RSP Solor yang baru dilangsungkan, Rabu, 5 November 2025 kemarin.

Kendati pernah diwarnai dengan adanya aksi protes dan penyegelan oleh warga beberapa waktu lalu, euforia kegembiraan itu tampak tidak terelakkan lagi.

Kerinduan untuk memiliki fasilitas kesehatan setara RS dengan pelayanan lebih baik dari Puskesmas adalah alasannya.

Maklum, selama ini masyarakat Pulau Solor harus menempuh jarak yang tidak dekat terlebih lagi harus menyeberang laut menuju Kota Larantuka untuk mendapatkan pelayanan prima.

Tidak heran, keberadaan RSP Solor di Desa Lewohedo, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur kini dipandang sebagai sebuah berkat tersendiri bagi masyarakat Solor.

Apalagi dalam postingan di laman Facebook, Gubernur NTT, Melki Laka Lena yang hadir bersama Bupati Flotim, Anton Doni Dihen dan Wakil Bupati Flotim, Ignas Boli Uran saat peresmian menyebut kalau rumah sakit dengan kapasitas awal 40 tempat tidur ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simbol nyata hadirnya negara di pulau-pulau terluar NTT.

‘Saya masih ingat, saat menjabat Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, kami bersama Kemenkes RI memperjuangkan pembangunan rumah sakit ini. Peletakan batu pertamanya dilakukan pada 31 Juli 2024, dan hari ini-tepat di hadapan masyarakat Solor-kami melihatnya berdiri megah dan siap melayani,” ungkapnya.

Dirinya pun menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk memastikan setiap warga termasuk yang tinggal di daerah terpencil dan kepulauan memperoleh layanan kesehatan yang layak.

“Pelayanan kesehatan sejati itu menjangkau, bukan menunggu. Tugas di wilayah seperti Pulau Solor bukan sekadar pekerjaan, tetapi panggilan kemanusiaan yang luhur,” tegasnya lagi.

Dirinya melanjutkan keberadaan RSP Solor akan menjadi jembatan antara layanan dasar di puskesmas dengan layanan rujukan di rumah sakit kabupaten atau provinsi.

“Saat ini, pemerintah provinsi tengah membangun sistem layanan kesehatan terpadu yang berjejaring dan berkeadilan, agar masyarakat di semua pulau memperoleh akses cepat ke layanan lanjutan baik melalui transportasi laut, telemedisin, maupun sistem rujukan digital. Kita ingin memastikan bahwa dari Pulau Solor hingga Pulau Rote dan Sabu, dari Adonara, Lembata hingga Alor, dari Pulau Flores hingga Pulau Sumba dan Timor setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk sembuh, sehat, dan hidup bermartabat,” tambahnya.

Dirinya pun tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja dengan hati dan semangat pengabdian dari Pemerintah Kabupaten Flores Timur, tenaga kesehatan, tokoh adat dan agama, hingga masyarakat Lewohedo yang dengan tulus menyerahkan tanahnya untuk kebaikan bersama.

“Semoga RSP Solor menjadi sumber berkat dan harapan baru bagi masyarakat kepulauan Flores Timur,” tegasnya kembali. ***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625