NTTKREATIF, TAMBOLAKA – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), dr Kornelius Kodi Mete menyebut bakal calon Bupati dan bakal calon Wakil Bupati SBD yang diusung oleh partainya adalah kewenangan DPP PDI Perjuangan.
Oleh karenanya sebagai DPC PDI Perjuangan pihak menghormati semua keputusan tersebut dan bakal menjalaninya sebagai kader partai.
“Di PDI peraturan jelas. Dalam rangka Pilkada hanya ada aturan putusan DPP. Kalau putusan DPP itu sudah,” katanya kepada wartawan di sela-sela kegiatan Komunikasi, informasi dan Edukasi (KIE) Obat dan Makanan Bersama Tokoh Masyarakat di Stasi St Michael, Kadekap, Desa Kalembu Kaha, Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Provinsi NTT, Jumat 5 Juli 2024 tadi.
Kodi Mete mengatakan jika kemudian DPP PDI Perjuangan menunjuk Ratu Wulla Talu dan Angga Kaka melalui surat tugas DPP PDI Perjuangan maka hal itu tidak bisa dihindari.
Keduanya sebutnya harus menjalankannya termasuk terus melakukan sosialisasi di masyarakat untuk mendapatkan dukungan.
“Kita harap setiap kesempatan mereka manfaatkan bahwa mereka dicalonkan sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati dan begitu DPP melalui strukturnya merekam oh mereka dapat dukungan maka keluarlah SK. Kami sebagai ketua DPC saat DPP putuskan wajib kami daftarkan ke KPU. Tidak bisa lawan,” katanya lagi.
Saat ditanya soal kemungkinan bisa pecah kongsi, Kodi Mete yang juga Bupati SBD itu secara tegas mengaku hal tersebut sulit terjadi mengingat pihaknya sendiri cenderung memilih figur yang memiliki jaringan.
“Sebagai pengurus saya pastikan tidak ada yang bisa bongkar. Iya jaringan itu ada. Saat kemarin, hari ini dan masa akan datang. SBD ini kan baru lahir dan pasti kita butuh dana dari pusat. Itu ada di mereka di sana karena punya jaringan daripada mereka yang belum sehingga bisa membantu kesulitan yang selama kita hadapi,” ungkapnya. ***
Penulis: Gusti Ate
|

Tinggalkan Balasan