“Jadi beberapa kami guru yang mengurus PIP itu, bekerja sampai kami lembur. Jadi pada saat itu dilakukan aktivasi secara kolektif dan setelah aktivasi itu beberapa yang berhasil untuk aktivasi, 200 yang aktivasi, 184 tidak,” katanya.

Bahasa Kepsek Jadi Rujukan

">

Saat ditanya soal apakah pemotongan tersebut adalah perintah dari pimpinan, MDN secara implisit mengakuinya.

Dirinya mengungkapkan walaupun tidak menyebut berapa besaran jumlah yang ditetapkan namun Kepsek meminta para peserta didik untuk memberikan sedikit dari jumlah beasiswa yang diterima masing-masing mereka kepada para guru.

“Tidak ada pertemuan kesepakatan betul waktu itu, tetapi bapak (Kepsek) bilang waktu itu sesuka relanya kalian karena bapak ibu guru yang mengerjakan berkas anak-anak begitu,” ungkapnya.

Perihal adanya alumni yang mendapatkan beasiswa PIP, MDN, hal itu merupakan tindakan penyelamatan semata.

“Kalau soal itu, namanya kami lakukan tindakan penyelamatan untuk anak ini yang tidak ada di.tempat. Jadi kalau uang itu tidak diambil kembali ke pusat. Jadi kami benar-benar melakukan tindakan itu, ada 6 orang, dan uang itu sudah sampai ditangan orang tua. Ada bukti dokumentasi semua waktu kami kembalikan,” ungkapnya.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625