NTTKreatif.com, TAMBOLAKA – Dalam kasus dugaan pemotongan beasiswa PIP milik siswa/i dan alumni SMAN 1 Wewewa Selatan, Desa Tena Teke, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya, (SBD) NTT, Oknum Guru MDN akhirnya mengakui perbuatannya.
Ia pun membenarkan adanya pemotongan itu kendati belakangan uang yang jadi hak peserta didik tersebut sudah ia kembalikan termasuk uang milik para alumni SMAN 1 Wewewa Selatan.
“Ia betul, dan kami sudah kembalikan, 40 siswa semua 100 ribu per anak kami sudah kembalikan tanggal 23 kemarin,” kata MDN kepada NTTKreatif.com Jumat, 17 Januari 2025 kemarin.
Walaupun sudah mengakui pemotongan hingga pengembalian uang tersebut namun MDN nyatanya masih mencoba berkelit.
Dirinya menyebut kalau uang tersebut adalah uang swadaya atau sukarela dari para peserta didik sebagai ungkapan terima kasih karena sudah membantu mencairkan beasiswa mereka.
“Ia benar ada potongan Rp100 ribu, tetapi itu bukan potongan sebenarnya, itu adalah sukarelanya anak. Tidak ada pertemuan kesepakatan sebelumnya dengan siswa dan orang tua siswa untuk lakukan potongan, karena waktu itu mendadak, limit waktunya singkat,” ungkapnya lagi.
Menurutnya, dirinya bersama rekan kerjanya sebagai pengurus, bekerja hingga lembur dalam mengurus pemberkasan beasiswa tersebut.
Hasilnya, ada 200 peserta didik yang berkas pengajuannya berhasil lolos sebagai penerima beasiswa PIP.
“Jadi beberapa kami guru yang mengurus PIP itu, bekerja sampai kami lembur. Jadi pada saat itu dilakukan aktivasi secara kolektif dan setelah aktivasi itu beberapa yang berhasil untuk aktivasi, 200 yang aktivasi, 184 tidak,” katanya.
Bahasa Kepsek Jadi Rujukan
Saat ditanya soal apakah pemotongan tersebut adalah perintah dari pimpinan, MDN secara implisit mengakuinya.
Dirinya mengungkapkan walaupun tidak menyebut berapa besaran jumlah yang ditetapkan namun Kepsek meminta para peserta didik untuk memberikan sedikit dari jumlah beasiswa yang diterima masing-masing mereka kepada para guru.
“Tidak ada pertemuan kesepakatan betul waktu itu, tetapi bapak (Kepsek) bilang waktu itu sesuka relanya kalian karena bapak ibu guru yang mengerjakan berkas anak-anak begitu,” ungkapnya.
Perihal adanya alumni yang mendapatkan beasiswa PIP, MDN, hal itu merupakan tindakan penyelamatan semata.
“Kalau soal itu, namanya kami lakukan tindakan penyelamatan untuk anak ini yang tidak ada di.tempat. Jadi kalau uang itu tidak diambil kembali ke pusat. Jadi kami benar-benar melakukan tindakan itu, ada 6 orang, dan uang itu sudah sampai ditangan orang tua. Ada bukti dokumentasi semua waktu kami kembalikan,” ungkapnya.***
|
