NTTKreatif.com, Waikabubak – Sejumlah kasus kini tengah ditangani oleh Kejaksaan Negeri Sumba Barat. Ada beberapa kasus sudah memiliki kekuatan hukum tetap dengan adanya putusan pengadilan seperti kasus dugaan korupsi dana hibah di Perumda Lawadi maupun Ring Road yang kemudian
Sementara lainnya masih dalam proses kendati tahapnya sudah masuk tahap penyidikan seperti kasus dugaan korupsi dana bos pada Yatutim dan kasus dugaan korupsi hibah pengadaan meteran listrik dan instalasi di 11 Kecamatan Sumba Barat Daya.
Kondisi tersebut nyatanya tidak membuat publik puas. Pasalnya, penanganan kasusnya terkesan lambat dan berlarut-larut seperti kasus Yatutim.
Skeptimisme tersebut pun ditanggapi Kajari Ervarin Iswindyarti sebagai cambuk buat pihaknya untuk lebih bekerja keras menuntaskan kasus yang ada termasuk Yatutim.
“Saya memang masih baru, namun saya pastikan kami komitmen menuntaskan semua kasus yang ada,” kata di sela-sela coffe morning bersama wartawan, Rabu, 11 Desember 2025 kemarin.
Komitmen tersebut pun kemudian dibuktikan dengan dua kasus yang kini sedang dalam tahap penyidikan diantaranya kasus dugaan korupsi dana bos pada Yatutim dan kasus dugaan korupsi hibah pengadaan meteran listrik dan instalasi di 11 Kecamatan Sumba Barat Daya.
“Ada dua kasus yang sudah naik sidik yakni Yatutim dan dugaan korupsi hibah pengadaan meteran listrik dan instalasi di 11 Kecamatan. Dua kasus itu ada di wilayah hukum Sumba Barat Daya,” ungkap Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) pada Kejaksaan Negeri Sumba Barat, George Alexandro kepada wartawan usai gelaran coffe morning.
Gerge mengatakan dua kasus ini sendiri saat ini sedang berproses dan tengah dikerjakan oleh pihaknya. Dirinya pun meminta semua pihak termasuk masyarakat untuk bersabar.
“Tetap akan kami tuntaskan. Bersabar saja. Soal teknis lainnya itu masih dalam penanganan sehingga tidak semua hal kami sampaikan ke publik,” katanya.
Menariknya selain dua kasus tersebut, kata George ada satu kasus yang masih fresh yang kini tengah dalam penyelidikan atau lidik namun pihaknya belum bisa membuka semuanya ke publik.
“Kalau cluenya wilayah kasusnya itu sama dengan dua kasus yang kami sidik, yakni di Sumba Barat Daya,” ungkapnya.***
|
