Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid menjelaskan bahwa peningkatan aktivitas ini menandakan adanya pergerakan fluida dan pelepasan gas dari magma yang semakin padat di kedalaman dangkal serta bergerak ke permukaan.

“Hal tersebut dapat memicu potensi erupsi pada Gunung Lewotobi Laki-laki sehingga warga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya dalam pernyataan di Jakarta, pada Sabtu, 1 Februari 2025 malam.

Saat ini, status Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada di Level III (Siaga) sejak 24 Desember 2024, setelah sebelumnya sempat berada di Level IV (Awas) akibat letusan besar pada 4 November 2024.

">

Letusan tersebut menewaskan sembilan orang, melukai satu warga, dan memaksa lebih dari 13 ribu orang mengungsi

Badan Geologi pun mengimbau agar masyarakat, wisatawan, maupun pendaki tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi dan 6 kilometer pada sektor barat daya hingga timur laut.

Warga juga diimbau untuk terus mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) jika terjadi eskalasi lebih lanjut.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625