Terlebih lagi katanya koperasi seperti Pintu Air merupakan salah satu pilar penting ekonomi kerakyatan melalui semangat gotong royong dan kebersamaan koperasi membantu masyarakat memperoleh akses permodalan dalam mengembangkan usaha produktif, hingga menjawab kebutuhan pendidikan keluarga serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi rumah tangga.

">

 

“Ini sejalan dengan visi misi kita dalam membangun masyarakat sejahtera, kaya secara rohani, kaya secara ekonomi itu. Dan kami sangat mendukung itu. Dari lubuk hati yang paling dalam saya ingin sampaikan kalau kita jangan lihat kita tidak mampu, kita anak petani jadi tidak bisa buat apa-apa. Saya yakin dari kerjasama, gotong royong, pemberdayaan akan menghasilkan putra-putri terbaik yang dapat kerja di sektor pendidikan, pariwisata dan sektor lainnya,” katanya.

 

Sebelumnya, Ketua Pengurus Kantor Pusat Pintu Air, Yakobus Jano di kesempatan yang sama menguraikan kalau kehadiran KSP Kopdit Pintu Air tidak lepas dari keberadaan 4 pilar penting yang diisi oleh jajaran manager, pengurus, pengawas dan anggota.

 

Tidak heran jika sampai sekarang omzet yang dimiliki KSP Kopdit Pintu Air hingga Mei 2026 sudah mencapai Rp2,7 M.

 

Namun demikian katanya, omzet tersebut kata dia belum cukup untuk membuat kaya para anggota karena keberadaan KSP ini sendiri ungkapnya tidak lain untuk membuat hidup kita berarti bagi orang lain.

 

Ia pun berharap ke depan KSP Kopdit Pintu Air bisa menjadi saluran berkat buat yang khususnya bagi masyarakat Sumba Barat Daya. ***