Sebelumnya, dalam orasinya sejumlah orator mengkritisi para wakil rakyatnya yang tidak peka dengan kesulitan masyarakat. Mereka malah menyindir keras sejumlah anggota DPRD SBD yang terlihat selalu bersama Bupati SBD alih-alih fokus bekerja menyelesaikan persoalan yang ada di SBD.
“Dewan kita lebih banyak ikut Bupati SBD ketimbang lakukan tugas pengawasan. Pantasan rakyatnya sengsara terus. Kalau rasa tidak mampu mundur saja,” ketus korlap aksi, Fren Ghogi.
Tidak hanya mengkritik kebiasaan anggota DPRD, dalam orasinya juga, massa aksi yang terdiri organ PMKRI, GMNI, dan GMKI ini juga mempertanyakan kerja DPRD yang tidak maksimal.
Salah satunya tentang persoalan keterbatasan pasir yang belakangan masih menjadi masalah serius yang dialami sebagian besar masyarakat.
Oleh karenanya, mereka pun menuntut agar pihak DPRD SBD segera mengusulkan dan memperjuangkan perda penambangan pasir untuk mengatasi persoalan keterbatasan pasir.
“Bapa dewan juga tahu kalau banyak rumah yang roboh karena pasir yang dihadirkan itu tidak berkualitas. Kita tidak bisa menggantungkan harapan masyarakat dengan hanya bergantung pada pasir dari luar. Sehingga kami minta buatkan perda secepatnya,” ungkap orator lainnya, Dominggus Ghogi.***
|
