Noviyanto juga menegaskan agar makan bergizi gratis tersebut harus ada pengawasan dari pihak terkait dari Dinas Kesehatan dan BPOM.
“Harus ada pengawasan pihak terkait dari dinas kesehatan dan BPOM,” tegasnya.
Dia berharap agar untuk selanjutnya, para guru di sekolah bisa lebih dahulu mengecek atau lebih dulu mencoba makanan yang ada sebelum dibagikan dan dikonsumsi oleh para siswa.
“Waktu makan, siswa jangan 10 menit kalau bisa 20 menit dan jika ada siswa ingin bawa pulang MBG jangan dilarang, itu sudah hak siswa yang dibayar negara,” katanya lagi.
Sementara itu, Kepala SDM Waikabubak I, Miladi Lidia Here Wlla, membenarkan kejadian ini. Beberapa siswanya mengalami muntah-muntah setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan oleh penyedia layanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Ronita Peduli Sosial.
Saat itu, pihak sekolah mengimbau kepada siswa untuk tidak mengkonsumsi makanan tersebut sebelum terjadi dampak kesehatan yang lebih serius. Atas kejadian ini, pihak sekolah pun mengeluh tentang makanan yang dibagikan oleh penyedia dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Ronita Peduli Sosial. Pengeluhan pihak sekolah makan bergizi gratis yang beraroma tidak sedap yang diduga sudah basi ini, tidak diresponi dengan baik oleh penyedia, justru mengeluarkan surat yang tujuannya untuk menghentikan (tidak melayani) makanan bergizi gratis di sekolah tersebut.
Kepala Badan Gizi Nasional Kabupaten Sumba Barat, Natalia Deta, menyatakan bahwa penghentian ini bertujuan untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga serta melakukan evaluasi guna keberlanjutan program ini secara baik. Meski layanan dihentikan di SDM Waikabubak I, delapan sekolah lainnya yang mengikuti program ini masih tetap dilayani dan menerima makanan bergizi gratis.
Natalia juga menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk segera melanjutkan layanan di SDM Waikabubak setelah evaluasi selesai. Evaluasi ini diperkirakan akan berlangsung selama satu minggu sebelum layanan kembali diberikan di SDM Waikabubak I.
SDM Waikabubak I sendiri memiliki 674 siswa yang menjadi penerima manfaat dari program ini. Secara keseluruhan, sembilan sekolah yang terlibat dalam program ini melayani 3.128 siswa di Kabupaten Sumba Barat.
Pihak sekolah berharap agar layanan makan bergizi gratis dapat segera kembali beroperasi dan dilayani di sekolah tersebut karena sangat bermanfaat.
Mengingat banyak siswa yang aktif masuk sekolah setelah program ini suda di luncurkan di sekolah tersebut guna untuk mendapatkan asupan gizi yang cukup melalui makan bergizi gratis yang di luncurkan oleh pemerintah pusat di daerah.***
|
