Oleh: Marleni Rambu Bonya
NTTKreatif.com, Sumba Barat Daya– Di zaman sekarang, media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mahasiswa. Hampir semua mahasiswa menggunakan media sosial untuk mencari informasi, berkomunikasi dengan teman, melihat hiburan, bahkan membantu mencari bahan pembelajaran.
Kehadiran media sosial memang memberikan banyak manfaat, tetapi jika digunakan secara berlebihan juga bisa membawa dampak buruk bagi kehidupan mahasiswa, terutama dalam bidang akademik.
Karena itu, mahasiswa perlu memiliki pengendalian diri agar penggunaan media sosial tetap seimbang dan tidak mengganggu tanggung jawab mereka.
Menurut B. F. Skinner(1953), pengendalian diri merupakan kemampuan seseorang untuk mengatur perilakunya agar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Dalam penggunaan media sosial, mahasiswa perlu mampu mengontrol diri agar tidak menghabiskan terlalu banyak waktu untuk hal yang kurang bermanfaat.
Saat ini masih sangat banyak mahasiswa yang terlalu lama menghabiskan waktu di media sosial tanpa disadari. Awalnya hanya ingin membuka media sosial sebentar, tetapi akhirnya waktu yang dipakai menjadi berjam-jam.
Kebiasaan seperti ini sering membuat mahasiswa lupa waktu dan menunda pekerjaan kuliah. Akibatnya, tugas menjadi terlambat, waktu belajar berkurang, dan waktu istirahat juga ikut terganggu. Jika hal tersebut terus dilakukan, tentu dapat memengaruhi prestasi belajar mahasiswa.
Dalam kehidupan perkuliahan, mahasiswa memiliki banyak tanggung jawab yang harus diselesaikan. Mahasiswa dituntut untuk mengikuti perkuliahan dengan baik, mengerjakan tugas, aktif berdiskusi, dan mengikuti kegiatan kampus lainnya.
Semua kegiatan tersebut membutuhkan fokus dan disiplin. Namun, penggunaan media sosial yang tidak terkontrol sering membuat mahasiswa sulit berkonsentrasi. Saat sedang belajar atau mengerjakan tugas, masih banyak yang tergoda untuk membuka media sosial karena penasaran dengan notifikasi atau informasi terbaru. Akibatnya, proses belajar menjadi terganggu dan pekerjaan yang seharusnya cepat selesai justru tertunda.
Menurut John W. Santrock (2012), masa mahasiswa merupakan tahap perkembangan menuju kedewasaan yang membutuhkan kemampuan mengatur diri, disiplin, dan tanggung jawab.
Jika mahasiswa tidak mampu mengendalikan penggunaan media sosial, proses belajar dan perkembangan diri dapat terganggu. Selain mengganggu konsentrasi belajar, media sosial juga dapat memengaruhi kebiasaan hidup mahasiswa.
Banyak mahasiswa yang lebih sering menghabiskan waktu untuk menonton hiburan di media sosial dibandingkan melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat. Padahal, masa kuliah merupakan waktu yang penting untuk mengembangkan kemampuan diri dan menambah pengalaman.
Jika terlalu banyak waktu dihabiskan hanya untuk bermain media sosial, kesempatan untuk berkembang juga akan semakin berkurang. Media sosial juga memengaruhi cara mahasiswa berkomunikasi.
Saat ini banyak mahasiswa yang lebih nyaman berbicara lewat pesan singkat dibandingkan bertemu langsung. Mereka lebih sering berkomunikasi melalui telepon genggam daripada berdiskusi secara tatap muka. Jika terus terbiasa seperti itu, kemampuan komunikasi secara langsung bisa menurun.
Padahal, kemampuan berbicara dan bekerja sama dengan orang lain sangat penting dalam dunia pendidikan maupun dunia kerja nantinya.
Menurut Jalaluddin Rakhmat(2011), media sosial dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku seseorang karena komunikasi yang terjadi berlangsung terus-menerus dan cepat. Oleh sebab itu, mahasiswa harus bijak dalam memilih informasi yang diterima dari media sosial.
Selain itu, media sosial juga sering memengaruhi gaya hidup mahasiswa. Banyak mahasiswa ingin mengikuti tren agar tidak dianggap ketinggalan zaman. Kadang-kadang keinginan tersebut membuat mahasiswa lebih mementingkan penampilan dan popularitas di media sosial dibandingkan prestasi akademik.
Bahkan ada yang rela menghabiskan banyak waktu membuat konten demi mendapatkan perhatian dari orang lain. Akibatnya, tugas kuliah dan tanggung jawab lainnya menjadi terabaikan.
Menurut Burhan Bungin, media sosial memiliki pengaruh besar terhadap gaya hidup masyarakat modern, terutama generasi muda. Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat membuat seseorang lebih fokus pada pencitraan diri dibandingkan kehidupan nyata.
Walaupun begitu, media sosial sebenarnya juga memiliki banyak manfaat jika digunakan dengan baik. Mahasiswa dapat menggunakan media sosial untuk mencari informasi pendidikan, mengikuti akun edukasi, dan menambah pengetahuan di luar ruang kelas.
Saat ini banyak informasi tentang beasiswa, seminar, pelatihan, dan motivasi belajar yang dibagikan melalui media sosial. Dengan begitu, mahasiswa bisa memperoleh wawasan baru yang bermanfaat untuk pengembangan diri. Media sosial juga dapat menjadi tempat bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas mereka.
Banyak mahasiswa yang menggunakan media sosial untuk membagikan tulisan, desain, fotografi, video kreatif, maupun kegiatan positif lainnya. Dari hal tersebut, mahasiswa dapat melatih rasa percaya diri dan kemampuan berkomunikasi di depan publik.
Bahkan, ada mahasiswa yang berhasil mendapatkan peluang usaha dan pekerjaan karena aktif menunjukkan kemampuan mereka melalui media sosial.
Karena itu, mahasiswa perlu sadar bahwa media sosial hanyalah alat. Cara penggunaannya tergantung pada diri masing-masing. Mahasiswa harus mampu mengontrol diri agar tidak terlalu bergantung pada media sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan membatasi waktu penggunaan media sosial, terutama saat belajar dan beristirahat. Dengan pengaturan waktu yang baik, mahasiswa dapat lebih fokus menjalankan aktivitas akademik. Selain kesadaran dari diri sendiri, dukungan dari lingkungan sekitar juga sangat penting.
Keluarga, dosen, dan pihak kampus dapat membantu mahasiswa memahami pentingnya penggunaan media sosial secara sehat. Kampus juga dapat memberikan edukasi tentang literasi digital agar mahasiswa mampu menggunakan teknologi dengan bijak dan bertanggung jawab.
Mahasiswa juga perlu belajar memilih informasi yang bermanfaat dan menghindari konten negatif yang dapat memengaruhi pola pikir maupun perilaku mereka.
Menurut Sugihartono, disiplin belajar sangat memengaruhi keberhasilan akademik mahasiswa. Karena itu, mahasiswa harus mampu membagi waktu antara penggunaan media sosial dan kewajiban akademik.***
Oleh : Marleni Rambu Bonya
Mahasiswi : Universitas Katolik Weetebula
Program Studi : Pendidikan Bahasa Indonesia
Semester : VI (enam)
