Komitmen yang sama pun disampaikan Gubernur NTT, Melki Laka Lena Selasa, 31 Desember 2025 kemarin bersama Deputi Operasi Basarnas Mayjen TNI Edy Prakoso & Tim SAR gabungan, Pemerintah Kabupaten Manggarai, serta para tokoh agama dan tokoh adat, hadir langsung di lokasi tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo.
Di kesempatan tersebut, Gubernur Melki menyebut kalau pihaknya masih melaksanakan doa bersama dan ritual adat sebagai bagian dari ikhtiar kemanusiaan untuk membantu proses pencarian para korban kapal yang tenggelam.
“Doa dan acara adat ini kami lakukan dengan harapan proses pencarian diberikan kemudahan, petunjuk, dan hasil terbaik, baik dalam menemukan posisi kapal maupun para korban yang masih dicari,” tulisnya di akun Facebook miliknya.
Diungkapkannnya, pelibatan tokoh agama dan tokoh adat merupakan wujud nyata sinergi dan kolaborasi seluruh elemen di NTT.
“Kita menyadari bahwa dalam kehidupan masyarakat NTT, pendekatan spiritual, agama, dan adat selalu berjalan seiring dengan upaya teknis dan ilmiah. Dengan berbagai cara, termasuk doa dan kearifan lokal, kita berharap ada jalan yang terbuka untuk membantu Tim SAR dalam tugas mulia ini,” tambahnya.
Dirinya pun mengaku kalau Pemerintah Provinsi NTT terus mendukung penuh upaya pencarian yang dilakukan Basarnas dan seluruh unsur terkait.
“Terima kasih atas kerja keras Tim SAR gabungan dan dukungan semua pihak. Mari terus kita doakan agar para korban segera ditemukan dan keluarga diberikan kekuatan serta ketabahan,” ungkapnya menutup tulisannya itu. ***
|
