NTTKreatif.com, Labuan Bajo – Pencarian korban kapal Wisata, Putri Sakinah, Jumat pekan lalu terus berlanjut hingga kini.
Pasalnya, sejak mengalami kerusakan mesin dan dihantam badai pada Jumat silam di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT),3 korban yang menumpangi kapal tersebut belum kunjung ditemukan.
Upaya pencarian pun terus digalakkan sejak hari pertama dengan menerjukan tim SAR dibantu oleh Polri dan TNI.
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra sebagaimana dilansir dari tribratanewsmanggaraibarat.com berkomitmen akan fokus pada misi kemanusiaan, yakni pencarian korban dan pendampingan keluarga alih-alih membuat sensasi dengan pemberitaan.
“Keselamatan dan kemanusiaan adalah prioritas utama. Di tengah operasi SAR yang masih berlangsung, kami mengajak semua pihak untuk menjaga etika, tidak menyebarkan spekulasi, serta tidak menampilkan konten yang dapat menambah luka bagi keluarga korban,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa komunikasi antara Polda NTT dan keluarga korban terus dilakukan secara intensif, termasuk melalui koordinasi dengan Kedutaan Besar Spanyol, guna memastikan setiap perkembangan pencarian disampaikan secara jelas, akurat, dan manusiawi.
“Kami berharap doa dan dukungan masyarakat terus mengalir, agar proses pencarian korban yang masih hilang dapat berjalan lancar. Polri bersama seluruh unsur SAR gabungan akan terus bekerja maksimal hingga seluruh korban ditemukan,” tambahnya belum lama ini.
Komitmen yang sama pun disampaikan Gubernur NTT, Melki Laka Lena Selasa, 31 Desember 2025 kemarin bersama Deputi Operasi Basarnas Mayjen TNI Edy Prakoso & Tim SAR gabungan, Pemerintah Kabupaten Manggarai, serta para tokoh agama dan tokoh adat, hadir langsung di lokasi tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo.
Di kesempatan tersebut, Gubernur Melki menyebut kalau pihaknya masih melaksanakan doa bersama dan ritual adat sebagai bagian dari ikhtiar kemanusiaan untuk membantu proses pencarian para korban kapal yang tenggelam.
“Doa dan acara adat ini kami lakukan dengan harapan proses pencarian diberikan kemudahan, petunjuk, dan hasil terbaik, baik dalam menemukan posisi kapal maupun para korban yang masih dicari,” tulisnya di akun Facebook miliknya.
Diungkapkannnya, pelibatan tokoh agama dan tokoh adat merupakan wujud nyata sinergi dan kolaborasi seluruh elemen di NTT.
“Kita menyadari bahwa dalam kehidupan masyarakat NTT, pendekatan spiritual, agama, dan adat selalu berjalan seiring dengan upaya teknis dan ilmiah. Dengan berbagai cara, termasuk doa dan kearifan lokal, kita berharap ada jalan yang terbuka untuk membantu Tim SAR dalam tugas mulia ini,” tambahnya.
Dirinya pun mengaku kalau Pemerintah Provinsi NTT terus mendukung penuh upaya pencarian yang dilakukan Basarnas dan seluruh unsur terkait.
“Terima kasih atas kerja keras Tim SAR gabungan dan dukungan semua pihak. Mari terus kita doakan agar para korban segera ditemukan dan keluarga diberikan kekuatan serta ketabahan,” ungkapnya menutup tulisannya itu. ***
|
