“Sudah penetapan dengan tanda tangan MoU, nota kesepakatan. Nominalnya itu Rp 3 miliar, nanti distribusinya akan dibagi, sebagiannya untuk normalisasi jalur banjir,” ujar Konradus pada Rabu, 21 Agustus 2024.
Konradus juga menekankan pentingnya percepatan eksekusi anggaran tersebut, mengingat musim hujan yang akan segera tiba dan curah hujan ekstrem di wilayah Ile Bura dan Wulanggitang.
“Harus dipercepat eksekusi anggaran. Cuaca di bawah cukup ekstrem, kadang panas tapi tiba-tiba hujan. Aktivitas gunung masih tinggi, warga takut ancaman banjir dan abu, apalagi sebentar lagi musim hujan,” tambahnya.
Diketahui, warga Desa Dulipali, terutama yang tinggal di RT 04 dan RT 05, menghadapi ancaman yang semakin nyata. Dua lintasan banjir di wilayah tersebut kerap membawa material batu besar ke permukiman yang berjarak hanya ratusan meter.
Dengan adanya anggaran ini, diharapkan jalur banjir dapat segera dinormalisasi, sehingga warga dapat kembali hidup dengan lebih tenang serta mengurangi dampak buruk yang lebih besar di masa mendatang.***
|

Tinggalkan Balasan