Ia menambahkan, kehadiran TNI di lapangan tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berperan dalam pendampingan agar pembangunan koperasi berkelanjutan dan mampu memberikan dampak ekonomi nyata, khususnya bagi masyarakat pesisir.

Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih ini melibatkan tenaga kerja lokal, mulai dari pekerja harian hingga kepala tukang setempat. Skema tersebut diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi warga sejak tahap konstruksi, bahkan sebelum koperasi resmi beroperasi

">

Proses pembangunan juga mendapat pengawasan langsung dari Babinsa Posramil 1603/02 Talibura, guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Babinsa Posramil 1603/02 Talibura, Praka Mansyur, menyampaikan bahwa aktivitas pembangunan mulai menggeliat dengan dukungan penuh warga Desa Hikonggete. Distribusi material bangunan dilakukan secara bertahap untuk menjamin kelancaran pekerjaan

“Pengecoran tiang balok ini menjadi penanda fase penting pembangunan gedung koperasi. Antusiasme warga terlihat jelas, mulai dari membantu pekerjaan teknis hingga menjaga material di lokasi,” ungkapnya.

Menurut Mansyur, koperasi ini diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru di Desa Hikonggete. Sejak tahap awal, masyarakat telah dilibatkan secara aktif, mencerminkan semangat koperasi sebagai usaha bersama berbasis kebutuhan lokal

“Yang kami lihat bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi tumbuhnya rasa memiliki. Koperasi ini benar-benar dibangun dari, oleh, dan untuk masyarakat Hikonggete,” tegasnya.

Pembangunan Koperasi Desa Likonggete diharapkan menjadi model penguatan ekonomi desa berbasis partisipasi masyarakat serta menjadi motor penggerak kesejahteraan warga Talibura ke depan.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625