“Sikap PDI Perjuangan jelas mendukung rencana pemerintah dalam mengelola arus laut di Larantuka, khususnya melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL),” kata Yunus.
Ia menilai pemanfaatan arus laut merupakan solusi energi bersih yang tidak merusak tanah ulayat maupun ekosistem darat, dan telah lama diperjuangkan PDIP.
Sementara Ketua DPC PDIP Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon, menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai kajian sederhana mengenai rencana PLTP dan dampak turunannya. Dari kajian itu, DPC menyimpulkan bahwa proyek panas bumi memiliki risiko tinggi bagi masyarakat dan lingkungan Flores Timur.
“Terkait energi terbarukan, kita harus melihat potensi lokal sekaligus dampak yang mungkin muncul. Flores Timur memiliki beberapa sumber energi dan pemerintah harus memilih yang paling tepat,” kata Anton.
Ia menegaskan bahwa arus laut Larantuka yang sejak lama diperjuangkan PDIP merupakan opsi paling menjanjikan dibandingkan geothermal.
“Kalau ada arus laut yang potensinya sudah jelas dan selama ini kita dorong, mengapa bukan itu yang diprioritaskan?” ujarnya.
Anton menutup pernyataannya dengan memastikan bahwa PDIP Flores Timur telah menyampaikan sikap resmi penolakan PLTP kepada DPD PDIP NTT untuk dikawal hingga tingkat pusat.
“Kami sudah berkomitmen menolak pembangkit listrik dari panas bumi dan akan mengawal sikap ini dari tingkat Cabang hingga ke tingkat pusat,” tegasnya.*(Ell).
|
