NTTKreatif.com, LarantukaKetua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Nusa Tenggara Timur, Yunus Takandewa, menegaskan penolakan terhadap rencana pembangunan proyek panas bumi (geothermal) di Pulau Flores, termasuk di Desa Blepanawa, Kecamatan Demon Pagong, Kabupaten Flores Timur.

Sikap tegas partai berlambang banteng ini disampaikan dalam konferensi pers di Kantor DPC PDIP Flores Timur, Senin (8/12/2025).

">

Penegasan tersebut merespons program pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM yang sejak 2017 menetapkan Flores sebagai “Pulau Panas Bumi” dan mendorong pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di sejumlah titik.

Dalam konferensi pers yang turut dihadiri Wakil Ketua DPD PDIP NTT, Rudi Tokan, dan Ketua DPC PDIP Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon, Yunus menyatakan bahwa PDIP dari tingkat kabupaten hingga provinsi sepakat menolak pembangunan PLTP di Blepanawa maupun lokasi lain di Pulau Flores.

Menurut Yunus, keputusan tersebut didasarkan pada berbagai pertimbangan krusial. Di antaranya potensi kerusakan lingkungan seperti pencemaran sumber air, degradasi lahan pertanian, hingga risiko hilangnya wilayah sakral masyarakat adat.

Ia juga menyinggung risiko sosial seperti potensi konflik horizontal dan persoalan hak atas tanah serta isu kesehatan masyarakat.

“Kami juga melihat adanya isu kesehatan masyarakat dan persoalan hak atas tanah yang berpotensi muncul dari proyek panas bumi ini,” tegas Yunus.

Di sisi lain, PDIP menegaskan dukungan penuh terhadap pemanfaatan energi terbarukan lain yang dinilai lebih aman dan sesuai potensi daerah.

“Sikap PDI Perjuangan jelas mendukung rencana pemerintah dalam mengelola arus laut di Larantuka, khususnya melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL),” kata Yunus.

Ia menilai pemanfaatan arus laut merupakan solusi energi bersih yang tidak merusak tanah ulayat maupun ekosistem darat, dan telah lama diperjuangkan PDIP.

Sementara Ketua DPC PDIP Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon, menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai kajian sederhana mengenai rencana PLTP dan dampak turunannya. Dari kajian itu, DPC menyimpulkan bahwa proyek panas bumi memiliki risiko tinggi bagi masyarakat dan lingkungan Flores Timur.

“Terkait energi terbarukan, kita harus melihat potensi lokal sekaligus dampak yang mungkin muncul. Flores Timur memiliki beberapa sumber energi dan pemerintah harus memilih yang paling tepat,” kata Anton.

Ia menegaskan bahwa arus laut Larantuka yang sejak lama diperjuangkan PDIP merupakan opsi paling menjanjikan dibandingkan geothermal.

“Kalau ada arus laut yang potensinya sudah jelas dan selama ini kita dorong, mengapa bukan itu yang diprioritaskan?” ujarnya.

Anton menutup pernyataannya dengan memastikan bahwa PDIP Flores Timur telah menyampaikan sikap resmi penolakan PLTP kepada DPD PDIP NTT untuk dikawal hingga tingkat pusat.

“Kami sudah berkomitmen menolak pembangkit listrik dari panas bumi dan akan mengawal sikap ini dari tingkat Cabang hingga ke tingkat pusat,” tegasnya.*(Ell).

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625