Di sini, kardinal berdoa minta petunjuk Tuhan. Lalu, mereka bersumpah untuk bungkam total. Kalau dilanggar? Bisa juga langsung diusir dari Gereja.

5. Suasana di Dalam Konklaf

">

Karena Konklaf adalah rahasia maka para Kardinal yang akan mengikuti Konklaf tidak diperbolehkan pakai HP, tidak boleh kontak dengan dunia luar, menempati kamar sederhana, dan semua pintu dan jendela dijaga ketat oleh Garda Swiss.

6. Proses Voting

Sementara untuk prosesnya sendiri berdasarkan sejumlah sumber yang ada menyebut kecuali pada hari pertama, saat hanya ada satu pemungutan suara, para Kardinal mengadakan dua sesi pemungutan suara harian hingga satu kandidat memperoleh mayoritas dua pertiga ditambah satu.

Mereka semua disumpah untuk merahasiakan hasil pemungutan suara.

Suara kemudian dihitung, dibaca keras, lalu kertasnya dibakar.

Hasil bakaran ini yang bikin asap terkenal:

– Asap hitam: Belum ada Paus terpilih.

– Asap putih: papa Paus baru terpilih.

7. Nama Baru Paus

Kalau kemudian hasilnya sudah ada, Paus terpilih kemudian ditanya oleh Kardinal senior soal kesiapannya.

Jika dirinya siap maka ia akan diperkenankan memilih namanya sendiri. Dengan begitu identitas lamanya akan mati dengan melahirkan sosok spiritual baru.

13. Pengumuman ke Dunia

Pasca itu, Paus baru kemudian mengenakan jubah kepausannya yang baru dimana para penjahit menyediakan ukuran besar, sedang, dan kecil lalu duduk di singgasana di Kapel Sistina untuk menerima para kardinal lain yang berbaris guna memberi penghormatan dan bersumpah setia kepada pemimpin baru gereja tersebut.

Kardinal senior kemudian melangkah keluar ke balkon tengah Basilika Santo Petrus yang menghadap ke alun-alun dan mengumumkan dalam bahasa Latin “Annuntio vobis gaudium magnum. Habemus Papam” dalam artian “Saya mengumumkan kepada Anda semua suatu sukacita besar. Kita memiliki seorang paus.” dengan mengungkapkan nama kardinal dan nama Paus yang telah dipilihnya.

Paus baru kemudian muncul di balkon untuk menyampaikan salam kepausan publik pertamanya dan memberkati orang banyak di Lapangan Santo Petrus.

Beberapa hari kemudian, Paus baru merayakan misa yang menandai dimulainya pelayanannya.

Itulah tata cara Konklaf hingga akhirnya mendapatkan Paus yang baru untuk memimpin Gereja Katolik. ***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625