NTTKreatif, Roma – Paus Fransiskus adalah Paus ke 266 yang mangkat atau meninggal usai menduduki takhta St Petrus sebagai wakil Yesus Kristus di Dunia.
Dengan begitu, kursi kepausan saat ini pun mengalami kekosongan atau Sede Vacente.
Kondisi tersebut pun mengharuskan para Kardinal untuk bisa memilih Paus baru menggantikan posisi Paus Fransiskus.
Pemilihan Paus yang baru ini pun kerap disebut sebagai Konklaf, sebuah ritual paling rahasia di dunia.
Kenapa jadi rahasia, bayangkan saja dalam konklaf tersebut para Kardinal akan dikumpulkan dalam satu ruangan dan dikunci untuk memilih pemimpin umat Katolik se dunia.
Konklaf resmi pertama sendiri diadakan tahun 1274.
Lantas apa itu Konklaf? Berikut nttkreatif.com mencoba mengurai hal-hal penting dalam Konklaf sebagai referensi bagi pembaca.
1. Makna Konklaf
Konklaf (Conclave) sendiri berasal dari kata Latin ‘cum clave’ yang artinya “dengan kunci”.
Yang berarti, para Kardinal dikunci di dalam ruangan, terisolasi dari dunia, sampai mereka pilih Paus baru.
2. Lokasi Super Sakral
Konklaf diadakan di Kapel Sistina, di bawah lukisan Hari Kiamat karya Michelangelo.
Lukisan ini kayak pengingat: “Kalian lagi bikin keputusan suci, jangan sampai salah pilih!”
3. Siapa yang Ikut?
Maksimal 120 kardinal, semua di bawah usia 80 tahun.
Mereka mewakili umat Katolik dari seluruh dunia. Namun begitu saat ini ada 135 yang dinyatakan memenuhi syarat untuk memilih paus baru.
Adapun Paus Fransiskus menunjuk 21 kardinal baru pada Desember 2024 lalu.
4. Sebelum Dikunci
Menariknya, sebelum dikunci, akan ada Misa khusus yang disebut: “Misa Pro Eligendro Papa” atau Misa untuk pemilihan Paus.
Di sini, kardinal berdoa minta petunjuk Tuhan. Lalu, mereka bersumpah untuk bungkam total. Kalau dilanggar? Bisa juga langsung diusir dari Gereja.
5. Suasana di Dalam Konklaf
Karena Konklaf adalah rahasia maka para Kardinal yang akan mengikuti Konklaf tidak diperbolehkan pakai HP, tidak boleh kontak dengan dunia luar, menempati kamar sederhana, dan semua pintu dan jendela dijaga ketat oleh Garda Swiss.
6. Proses Voting
Sementara untuk prosesnya sendiri berdasarkan sejumlah sumber yang ada menyebut kecuali pada hari pertama, saat hanya ada satu pemungutan suara, para Kardinal mengadakan dua sesi pemungutan suara harian hingga satu kandidat memperoleh mayoritas dua pertiga ditambah satu.
Mereka semua disumpah untuk merahasiakan hasil pemungutan suara.
Suara kemudian dihitung, dibaca keras, lalu kertasnya dibakar.
Hasil bakaran ini yang bikin asap terkenal:
– Asap hitam: Belum ada Paus terpilih.
– Asap putih: papa Paus baru terpilih.
7. Nama Baru Paus
Kalau kemudian hasilnya sudah ada, Paus terpilih kemudian ditanya oleh Kardinal senior soal kesiapannya.
Jika dirinya siap maka ia akan diperkenankan memilih namanya sendiri. Dengan begitu identitas lamanya akan mati dengan melahirkan sosok spiritual baru.
13. Pengumuman ke Dunia
Pasca itu, Paus baru kemudian mengenakan jubah kepausannya yang baru dimana para penjahit menyediakan ukuran besar, sedang, dan kecil lalu duduk di singgasana di Kapel Sistina untuk menerima para kardinal lain yang berbaris guna memberi penghormatan dan bersumpah setia kepada pemimpin baru gereja tersebut.
Kardinal senior kemudian melangkah keluar ke balkon tengah Basilika Santo Petrus yang menghadap ke alun-alun dan mengumumkan dalam bahasa Latin “Annuntio vobis gaudium magnum. Habemus Papam” dalam artian “Saya mengumumkan kepada Anda semua suatu sukacita besar. Kita memiliki seorang paus.” dengan mengungkapkan nama kardinal dan nama Paus yang telah dipilihnya.
Paus baru kemudian muncul di balkon untuk menyampaikan salam kepausan publik pertamanya dan memberkati orang banyak di Lapangan Santo Petrus.
Beberapa hari kemudian, Paus baru merayakan misa yang menandai dimulainya pelayanannya.
Itulah tata cara Konklaf hingga akhirnya mendapatkan Paus yang baru untuk memimpin Gereja Katolik. ***
|
