NTTKreatif.com, Tambolaka – Publik dibuat terkejut dengan adanya informasi soal dugaan korupsi yang terjadi di Dinas Pendidikan SBD.
Dugaan korupsi tersebut diduga kuat dilakukan oknum bendahara berinisial A usai dirinya menilep uang honor kegiatan sejumlah pejabat di Dinas Pendidikan termasuk Bupati dan Wakil Bupati serta Sekda SBD.
Bahkan belakangan diketahui tilep menilep dana honor itu sampai menyasar sejumlah besar guru yang bekerja sebagai guru PAUD lewat dana intensif dengan total dana disebut hingga Rp400an juta.
Saat dikonfirmasi wartawan, Jumat, 13 Maret 2026 pagi tadi di sela-sela kegiatan Sidak ke Dinas Keuangan, Bupati SBD, Ratu Wulla Taku.secara terbuka membenarkan hal tersebut.
“Iya benar, ada beberapa penyalagunaan kewenangan yang menjurus ke korupsi karena ada beberapa uang yang bukan miliknya ia gunakan,” katanya.
Dirinya mengatakan apa yang ia sampaikan ini bukanlah fitnah karena pihaknya sudah mengantongi sejumlah bukti.
“Ini sudah terbukti. Sehingga ini harus dibersihkan dan tidak boleh terjadi lagi. Ini masalah jadi saya harus bersih-bersih untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Bupati Ratu.
Saat ditanya apakah sejauh ini oknum A sudah melakukan pengembalian uang seperti informasi yang berkembang, Bupati Ratu membenarkan informasi itu.
Namun pengembalian uang itu tidak lantas menghilangkan unsur perbuatannya sehingga dirinya mendorong agar persoalan tersebut bisa diproses sebagaimana aturan yang berlaku.
“Saya sudah minta Inspektorat untuk lakukan audit. Kalau dia sampai gunakan itu uang berarti dia sudah ada niat untuk itu. Soal dia lakukan sendiri atau bersama-sama dengan yang lain tentu akan kita telusuri lagi karena tentu jadi pertanyaan juga dalam waktu singkat bisa dikembalikan uang itu,” terangnya lagi.
Bakal Telusuri Lagi
Dirinya menegaskan kasus semacam ini memang baru terjadi di tahun 2025 kemarin namun dirinya menyebut bakal menelusuri lebih lanjut.
“Yang terjadi ini tahun 2025. Dokumennya sudah ada. Untuk 2024 ke bawah nanti kami telusuri lagi termasuk kegiatan-kegiatan yang tidak dilaksanakan tapi bisa dicairkan. Ada apa ini? Gunakan sistem apa ini? Kenapa bisa jebol. Termasuk kegiatan sudah selesai tapi tidak dibayarkan.
Ketika ditanya lagi soal kemungkinan oknum dinas lain juga melakukan hal yang sama, Bupati Ratu menyebut hal tersebut akan dia lakukan.
“Saya akan lakukan itu. Dan saya akan berkantor di dinas tentunya untuk melihat lebih dekat,” ujarnya kembali. ***
|
