Bupati menegaskan bahwa keterbatasan anggaran harus diatasi dengan inovasi dan efektivitas. Program 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati mencakup enam prioritas yang telah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam Musrenbang itu, Bupati Yohanis Dade menyoroti beberapa aspek penting, diantaranya :
1. Mengakomodasi usulan Musrenbang desa/kelurahan dan pokok-pokok pikiran DPRD;
2. Memanfaatkan anggaran secara efisien;
3. Melakukan evaluasi berkala terhadap program;
4. Meningkatkan transparansi keuangan desa;
5. Meningkatkan kesadaran pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan;
6. Kepala desa harus berinovasi dalam merancang kegiatan yang mendukung enam program prioritas pembangunan, tidak hanya kegiatan rutin yang berulang, Jabatan kepala desa adalah jabatan pengabdian, dan dana desa sekecil apa pun harus bermanfaat bagi masyarakat. Kepala desa harus terus berkoordinasi dengan Bappelitbangda dan keuangan agar program yang dijalankan sejalan dengan visi dan misi Bupati serta dilakukan dengan transparansi agar tidak menimbulkan kecurigaan; serta
7. Bupati Yohanis juga meminta perhatian khusus terhadap target pendapatan pajak. Desa-desa yang belum menyelesaikan kewajiban pembayaran pajak agar segera menyelesaikannya.

">

Dalam kesempatan itu juga Bupati Yohanis Dade mengapresiasi dukungan DPRD, BUMN/BUMD, dan LSM/NGO dalam pembangunan daerah, Beliau mengajak semua pihak bekerja sama dengan komitmen demi Sumba Barat yang lebih maju dan berdaya saing. Musrenbang RKPD 2026 resmi dibuka dengan harapan hasilnya membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Musrenbang RKPD ini menjadi ajang untuk merumuskan program prioritas yang akan dijalankan pada tahun 2026, dengan fokus pada sektor-sektor yang dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, serta memperkuat infrastruktur dan layanan publik di daerah tersebut.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625