Keluhan serupa datang dari Yulius, warga Kelurahan Pukentobi Wangi Bao. Ia menyebut sudah mendatangi tujuh agen resmi minyak tanah di Kota Larantuka, dan semuanya kosong. Namun, anehnya, minyak tanah justru melimpah di kios-kios pinggir jalan.

“Mereka jual eceran banyak sekali, harganya Rp40-50 ribu per jeriken. Ini aneh. Kalau di agen kosong, dari mana mereka dapat stok sebanyak itu?” ujar Benedikta penuh curiga.

">

Yulius bahkan menduga keras adanya permainan mafia minyak tanah yang sengaja menahan pasokan dari agen resmi agar harga di tingkat eceran melonjak saat permintaan naik menjelang Semana Santa.

“Ini sudah bukan kelangkaan biasa. Ini permainan kotor. Pemerintah dan aparat penegak hukum harus turun tangan. Jangan sampai umat yang ingin menjalani Semana Santa dengan khusyuk justru dipersulit oleh ulah para penimbun,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Daerah Flores Timur maupun Dinas Perdagangan terkait kelangkaan ini.*(Ell).

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625