Lingkungan Muhammadiyah adalah ruang yang memiliki kode etik dan panduan yang jelas dalam setiap aktivitas, termasuk di bidang seni. Ketika seni yang dihadirkan di lingkungan ini berpotensi bertentangan dengan nilai-nilai Islam, hal ini bukan lagi soal kebebasan berekspresi semata. Muhammadiyah, sebagai organisasi yang berpijak pada dakwah dan perjuangan keislaman, memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa seni yang berkembang di dalamnya mencerminkan semangat dakwah dan marwah pendirinya.
Menjadikan karya seni yang mempertontonkan ketelanjangan sebagai inspirasi atau pijakan dalam pementasan seni di Muhammadiyah seakan mengaburkan identitas kemuhammadiyahan itu sendiri. Sebagai sebuah organisasi yang berdiri di atas nilai-nilai Islam, setiap bentuk seni yang dihadirkan haruslah menghormati batas-batas yang telah ditetapkan agama, bukan malah menyimpang dari prinsip-prinsip moral yang kita junjung tinggi.
Karena itu, tidak heran jika pementasan yang berlangsung kemarin mendapatkan tanggapan negatif dari berbagai pihak. Nilai-nilai Islam yang dipegang teguh oleh Muhammadiyah semestinya menjadi landasan utama dalam berkarya. Seni di Muhammadiyah bukan hanya soal keindahan atau ekspresi, tetapi juga sebagai media dakwah yang dapat membawa kebaikan bagi seluruh umat.
Oleh karena itu, kami berharap pihak rektorat dapat memanggil pihak terkait untuk memberi penjelasan. Selain itu, kami mendukung diadakannya penguatan internal melalui Baitul Arqam, sehingga seluruh warga Muhammadiyah, termasuk dosen dan mahasiswa, dapat lebih memahami dan menjiwai nilai-nilai kemuhammadiyahan. Ini penting agar seni yang dihasilkan di lingkungan Muhammadiyah benar-benar mencerminkan etika, moral, dan keindahan yang sesuai dengan ajaran Islam serta menjadi bagian dari dakwah yang mulia.
Di masa depan, kami juga mengusulkan agar dosen-dosen Pendidikan Agama Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) lebih terlibat dalam kurasi atau pembimbingan kegiatan seni, sehingga pementasan yang ditampilkan tidak hanya bernilai estetis, tetapi juga berfungsi sebagai sarana dakwah yang bermanfaat bagi umat. Dengan demikian, seni dapat terus berkembang di Muhammadiyah tanpa meninggalkan identitas dan misi yang telah dibangun sejak awal. ***
|

Tinggalkan Balasan