TAMBOLAKA, NTTKreatif – Kasus dugaan oknum guru SMAN 1 Wewewa Selatan lakukan pemotongan uang beasiswa atau Dana Program Indonesia Pintar (PIP), yang melibatkan MDN, hangat dibicarakan banyak pihak.

Meskipun begitu, MDN akhirnya diperiksa Penyidik Tipikor Polres SBD pada Jumat 24 Januari 2025 pekan lalu.

">

Dirinya menjadi yang kedua diperiksa penyidik Tipikor setelah Kepala Sekolah SMAN 1 Wewewa Selatan Petrus Gono Ate.

Kasus ini sendiri menjadi perbincangan banyak pihak usai beberapa siswa/i menyebut adanya pemotongan uang PIP yang dilakukan oleh MDN sendiri.

Ketika itu, MDN tiba di Polres SBD seorang diri mengenakan pakaian putih pada pukul 10:00 Wita.

Dirinya kemudian diperiksa oleh penyidik Tipikor hingga pukul 15:45 Wita di ruangan Tipikor.

saat itu dirinya menerima 27 pertanyaan dari Tipikor seputar kasus dugaan pemotongan uang PIP, hinggga membuat dirinya lelah.

Akhirnya, usai dirinya diperiksa MDN enggang menjawab pertanyaan dari wartawan.

“Biar sudah adik” ungkapnya singkat.

Ia bahkan sempat mengungkapkan kalau dirinya enggan menjawab karena dirinya suda lelah.

“Minta maaf ama. Saya sudah lelah, capai, lapar setengah mati. Saya mau pulang dulu, tolong saya dulu,” ungkapnya.

Sementara itu, Taufiqurrahman Suyuthi mengakui adanya pemeriksaan terhadap MDN.

Sebutnya ia diperiksa mulai pukul 10:17 hingga pukul 15:45 Wita.

“Ia benar. Dia sudah diperiksa ada sekitar 27 pertanyaan,” ungkapnya.

Sementara soal MDN menyebut pemotongan uang PIP itu atas perintah pimpinannya, hal itu dibantah keras oleh Kepsek.

Sebutnya bahwa dirinya tidak pernah menginstruksikan untuk melakukan pemotongan itu.

“Jujur saja tidak ada instruksi atau kesepakatan dari sekolah harus ada pemotongan beasiswa per anak 100 ribu,” ungkapnya kepada wartawan kala itu.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625