Ia bahkan sempat mengungkapkan kalau dirinya enggan menjawab karena dirinya suda lelah.
“Minta maaf ama. Saya sudah lelah, capai, lapar setengah mati. Saya mau pulang dulu, tolong saya dulu,” ungkapnya.
Sementara itu, Taufiqurrahman Suyuthi mengakui adanya pemeriksaan terhadap MDN.
Sebutnya ia diperiksa mulai pukul 10:17 hingga pukul 15:45 Wita.
“Ia benar. Dia sudah diperiksa ada sekitar 27 pertanyaan,” ungkapnya.
Sementara soal MDN menyebut pemotongan uang PIP itu atas perintah pimpinannya, hal itu dibantah keras oleh Kepsek.
Sebutnya bahwa dirinya tidak pernah menginstruksikan untuk melakukan pemotongan itu.
“Jujur saja tidak ada instruksi atau kesepakatan dari sekolah harus ada pemotongan beasiswa per anak 100 ribu,” ungkapnya kepada wartawan kala itu.***
|
