Oleh: Sahdan Saputra, Ketua bidang kader PC IMM Sikka 

Tantangan dan pantangan di era konseptual kontemporer menjadi catatan penting bagi kader- kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Sikka dikarenakan persaingan dan perebutan kekuasaan dimaknai untuk kepentingan individu tanpa melihat masyrakat yg termarjinalkan

">

Bicara terkait masyarakat yang terpinggir baik dari cara berfikirnya, pola hidup maupun status sosialnya memang sangat mudah dikarenakan dapat menjadi jalan untuk transaksi politik sayangnya dalam aktualisasi semua omong kosong

Masyarakat hari ini dari kacamata politik memang dilihat sangat primitif dengan pola pikir dan status sosialnya hanya saja saya akan membantah hal demikian karena masyrakat hari ini bicara politik rasanya kepercanyaan dan antusias berpolitik sangat pragmatis lewat dampak dan juga pengalaman yg mereka rasakan hal ini demikian membuat masyarkat terhegemoni dengan politik transaksi dan kontrak politik (Simbiosis mutualisme)

Pada dasarnya tujuan Kepala Daerah yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum, dan daya saing daerah hal ini kemudian dieksperimenkan oleh elit-elit untuk transaksi politik guna mencapai kedudukan.

Tugas dan fungsi jabatan menjadi bayang-bayang di era kontemporer oleh karena itu tugas kader-kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah membuat bayang-bayang tersebut muncul dipermukaan dengan tetap konsisten dan komitmen berada bersama masyrakat yang termarjinalkan.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dengan semboyan Anggun dalam Moral Unggul dalam Intelektual dan Radikal dalam Pergerakan melihat fonomena yang terjadi membuat suatu daerah lagi dan lagi akan ditimpa dekradasi moral yang jika dibiarkan terus menerus akan berdambak pada generasi dan pemilih pemula nantinya, sehingga dengan konsisten intelektual kader yang dimiliki dapat membantu memanimalisir fonemena tersebut tidak melebar hingga kepelosok desa.

Generasi ke generasi tentu mempuyai karakteristik yang berbeda sehingga peran Kader-kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah agar jangan sampai terhegemoni dengan fonemena bobrok kontemporer tetapi memikirkan agar bagaimana kejadian dan aktualisasi secara tidak sehat dapat di imbangi dengan pemaknaan peran fungsi dan tugas seorang Kepala Daerah secara Sadar.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625