Nada serupa juga mengemuka di media sosial. Sejumlah warganet menilai Disparbud seolah “berlari” dari tanggung jawab dengan menggulirkan program baru, sementara kewajiban administrasi kegiatan sebelumnya belum ditunaikan.

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur, Silvester Suban Toa Kabelen, belum dapat dimintai keterangan. Beberapa kali awak media berupaya menemuinya di kantor Disparbud Flotim di Kompleks Perkantoran Pemda, Kelurahan Sarotari, Kecamatan Larantuka, namun belum berhasil.

">

“Pak Kadis ada keluar,” ujar seorang staf yang bertugas menerima tamu.

Festival Bale Nagi selama ini menjadi salah satu program unggulan pariwisata Flores Timur. Namun, tanpa laporan pertanggungjawaban yang terbuka kepada publik, pertanyaan mengenai efektivitas dan dampak program itu masih menggantung.

Sementara itu, publik menanti apakah Solor Fun Run akan memberi nilai tambah nyata bagi pariwisata dan ekonomi lokal, atau hanya menjadi ajang seremonial lain yang minim evaluasi.*(Ell)*

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625