Larantuka, NTTKreatif – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Flores Timur kembali menjadi sorotan publik. Hingga pertengahan Juni 2025, laporan pertanggungjawaban (LPPJ) Festival Bale Nagi 2025 yang digelar akhir April lalu belum juga dipublikasikan.

Padahal, festival tahunan itu menyerap anggaran sekitar Rp 425 juta dari APBD setempat.

">

Di tengah belum tuntasnya pelaporan kegiatan tersebut, Disparbud Flotim justru mengumumkan agenda baru bertajuk Solor Fun Run yang direncanakan berlangsung pada Sabtu, 21 Juni 2025 akhir pekan ini.

Kegiatan promosi wisata di Pulau Solor itu mengalokasikan anggaran sebesar Rp 500 juta dan akan melibatkan ratusan peserta dari dalam dan luar daerah.

Kondisi ini memicu kritik dari berbagai kalangan. Masyarakat mempertanyakan komitmen dan transparansi Disparbud Flotim dalam mengelola dana publik, terutama terkait akuntabilitas penyelenggaraan Festival Bale Nagi.

“Bukan soal besar kecilnya anggaran, tapi akuntabilitas publik itu penting. Masyarakat perlu tahu apa dampak dari festival itu bagi promosi daerah dan kesejahteraan warga, serta ke mana saja dana itu digunakan,” kata Yosefina Tukan, aktivis budaya asal Larantuka, Senin (16/6/2025).

Nada serupa juga mengemuka di media sosial. Sejumlah warganet menilai Disparbud seolah “berlari” dari tanggung jawab dengan menggulirkan program baru, sementara kewajiban administrasi kegiatan sebelumnya belum ditunaikan.

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur, Silvester Suban Toa Kabelen, belum dapat dimintai keterangan. Beberapa kali awak media berupaya menemuinya di kantor Disparbud Flotim di Kompleks Perkantoran Pemda, Kelurahan Sarotari, Kecamatan Larantuka, namun belum berhasil.

“Pak Kadis ada keluar,” ujar seorang staf yang bertugas menerima tamu.

Festival Bale Nagi selama ini menjadi salah satu program unggulan pariwisata Flores Timur. Namun, tanpa laporan pertanggungjawaban yang terbuka kepada publik, pertanyaan mengenai efektivitas dan dampak program itu masih menggantung.

Sementara itu, publik menanti apakah Solor Fun Run akan memberi nilai tambah nyata bagi pariwisata dan ekonomi lokal, atau hanya menjadi ajang seremonial lain yang minim evaluasi.*(Ell)*

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625