“Kita berupaya agar kejadian keracunan tidak terjadi lagi karena cukup banyak yang ditangani di Sumba Barat Daya (SBD). Sehingga kita berharap dapur yang ada hari ini bisa menjadi contoh baik buat dapur-dapur yang lain. Sebab program ini sangat berdampak bagi ekonomi masyarakat,” ungkapnya lagi.
Satgas Berperan Aktif
Lebih jauh, kata Bupati Ratu Wulla Talu, ke depannya Satgas Percepatan MBG juga akan berperan aktif memanage dan mengelola seluruh pasokan bahan baku dimana dirinya berharap adanya keterlibatan masyarakat dalam menyiapkan bahan baku seperti telur, daging, bumbu dan buah-buahan.
“Semua harus melibatkan masyarakat karena ini uang untuk masyarakat gitu loh. Jadi kita mau gerakan masyarakat berpartisipasi. Saya malah berharap PNS-PNS kalau mau terlibat untuk support ini MBG. Oke saya bicara dengan kepala bank NTT ngasih kredit yang penting jelas untuk mensupport MBG karena memang sudah jelas,” ungkapnya lebih lanjut.
Sementara itu, Ketua Yayasan Tana Manda Sumba yang memiliki Dapur MBG Langgalero, Adam Mone saat dikonfirmasi menyebut kalau sidak yang dilakukan Bupati baik adanya karena dapat memberikan masukan buat dirinya dan tim.
“Dalam diskusi tadi kami sampaikan kekurangan kami soal stok bahan baku yang kurang di daerah sehingga Ibu Bupati anjurkan sementara ini gunakan dulu bahan yang nantinya disiapkan di Lawadi nanti saat Kopdes Merah Putih dan Bumdes ada baru ambil dari mereka,” katanya lagi. ***
|
