Oktavianus Malo menyampaikan, bahwa FGD bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan permasalahan yang terjadi selama berlangsungnya tahapan pilkada serentak tahun 2024.

“Kita akan menginventarisasi kendala-kendala apa yang kita hadapi selama proses tahapan sampai dengan pelaksanaan pemilihan serta kita merumuskan langkah-langkah strategis perbaikan di masa mendatang,” ujarnya.

Selain itu, Oktavianus Malo juga mengatakan bahwa kegiatan FGD itu untuk mengidentifikasi tantangan-tantangan serta menyusun rekomendasi untuk peningkatan kualitas pada Pemilu yang akan datang.

">

Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berharap dengan adanya FGD ini, seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan masukan yang konstruktif demi menghasilkan pemilu yang lebih baik dan transparan pada Pemilu yang akan datang.

Oktavianus Malo menuturkan bahwa, kegiatan FGD tersebut dilaksanakan secara berjenjang. Hasil diskusi oleh KPU Sumba Barat ini akan diserahkan kepada KPU Provinsi Nusa Tenggara Timur pada saat FGD tingkat Provinsi yang informasinya akan dilaksanakan pada tanggal 26 Februari 2025 mendatang.

Dalam FGD itu, dibahas secara dialog semua rangkaian kegiatan Pemilukada yang dilaksanakan oleh KPU Kabupaten Sumba Barat mulai dari pemutakhiran data pemilih, masa kampanye, pelaksanaan pemilihan, sidang sengketa di MK serta sampai kegiatan Pelantikan.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625