NTTKreatif.com, Labuan Bajo – Kabar kurang mengenakkan datang dari pariwisata NTT khususnya di Labuan Bajo, Manggarai Barat. Salah satu kapal wisata Putri Sakinah dikabarkan tenggelam di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (26/12/2025) lalu.
Dalam insiden tersebut, 7 orang berhasil dievakuasi dan dalam keadaan selamat sementara empat WNA masih dalam proses pencarian. Sayang hingga Minggu kemarin, proses pencarian terhadap 4 WNA itu belum membuahkan hasil.
Belakangan diketahui kalau dari 4 WNA tersebut terdapat nama Pelatih Tim B Wanita Los Che Fernando Martin yang ikut jadi korban. Tidak hanya dirinya, tiga anaknya pun ikut jadi korban meninggal dunia dalam tragedi kapal tenggelam di Labuan Bajo tersebut.
Saat kejadian, Fernando Martin tengah menghabiskan waktu liburan bersama keluarganya dan ikut sebagai penumpang kapal wisata yang mengangkut sejumlah turis. Kapal pinisi Putri Sakinah dilaporkan mengalami gangguan mesin di tengah pelayaran.
Dalam kondisi tidak terkendali, kapal tersebut kemudian diterjang gelombang setinggi sekitar 1,5 meter. Benturan ombak dan kuatnya arus laut menyebabkan kapal terbalik sebelum akhirnya tenggelam di perairan Selat Padar.
Tiga anak Fernando Martín yang ikut dalam perjalanan wisata keluarga itu adalah Martines Ortuno Maria Lia, Martin Garcia Mateo, dan Martinez Ortuno Enriquejavier. Ketiganya masih berusia di bawah umur.
Valencia CF pun kemudian menulis pesan duka mendalam buat Fernando Martin.
“Dan tiga anaknya dalam kecelakaan kapal tragis di Indonesia, sebagaimana dikonfirmasi oleh otoritas setempat. Di saat yang sangat sulit ini, klub ingin menyampaikan duka cita terdalam dan dukungan penuh kepada keluarga, teman, dan rekan kerjanya di Valencia CF, Valencia CF Femenino, serta VCF Academy,” tulis mereka.
Kabar duka ini juga mengejutkan pihak keluarga Maria. Mereka menyebut kapal hancur setelah dihantam ombak dan tenggelam dengan cepat.
“Anak perempuan dan cucu perempuan saya terlempar dari perahu karena mereka berada di bagian yang lebih tinggi. Mereka jatuh ke laut dan telah diselamatkan, tetapi tiga cucu saya dan menantu laki-laki saya mungkin terjebak di dalam perahu, yang hancur dan tenggelam dengan cepat,” ujar ayah Andre, Enrique Ortuno, kepada EFE.***
|
