NTTKreatif.com, Nagekeo – Sejumlah pemain Persena Nagekeo sebut saja, Anang Halid, Ibo Nono, Pican Wuwur, Adepa, Rino Namang, Asten, Deni Seran dan Putra Hurek dikabarkan mengundurkan diri jelang bergulirnya Liga 4 Nasional.

Kabar tersebut pun menjadi pukulan telak buat persiapan Persena Nagekeo.

Namun sang pelatih, Erwin menolak kepergian beberapa pemain itu akan menggangu konsentrasi para pemainnya.

Dirinya menjelaskan bahwa keputusan terhadap beberapa pemain diambil berdasarkan pertimbangan teknis dan medis.

Dimana disebutkan kalau Putra Hurek dipulangkan karena cedera, sementara Dobe karena tidak menunjukkan perkembangan selama masa evaluasi.

Sementara beberapa pemain lainnya khususnya dari Lembata memutuskan mengundurkan diri karena alasan makanan.

Coach Erwin juga menyoroti kasus pemain Ibo Nono yang dinilai melakukan pelanggaran disiplin berulang.

“Saya sudah toleransi beberapa kali. Dia sering keluar malam, mabuk, pulang ke mes,” ungkapnya.

Bantah Keras

Menariknya, apa yang disampaikan Coach Erwin tersebut malah dibantah para pemain yang memilih pergi.

Dalam live tiktok mereka, Ibo Nono, Pican Wuwur, Deni Seran, Adepa, Rino Namang, Asten, dan Putra Hurek secara terbuka mengaku kalau alasan mereka mengundurkan diri karena kondisi makanan yang menurut mereka tidak layak bagi pemain bola.

Selain makanan, air yang kurang memadai pun disebut jadi alasan. Malah secara terbuka mereka mengaku sampai harus pergi ke rumah warga hanya untuk meminta air.

Tidak heran kata mereka, mereka lebih memilih keluar mess untuk mencari makan dan air.

“Keluhan sudah kami sampaikan ke manajemen. Sebagai senior saya kasihan dengan ade-ade saya kalau tidak diperhatikan seperti itu,” kata Ibo Nono.

Selain itu, kondisi manajemen yang tidak tinggal bersama dan merasakan kondisi mereka pun disebut jadi alasan mereka mengundurkan diri.

“Soal saya dan kaka ibo itu karena memang motor yang kami pakai pakai klalpot racing jadi pasti bunyi. Tapi kami pastikan saat itu para pemain belum tidur,” tambah Pican Wuwur.

Menariknya, kondisi itu diperparah dengan sikap manajemen yang disebut acuh tak acuh saat mereka pamit, malah saat kepulangan mereka manajemen tidak memberikan mereka dana transportasi termasuk kepada Putra Hurek.

“Saat kami bicara ke manajemen mereka diam tanpa ada sedikit kata-kata. Malah kami pakai uang pribadi termasuk Putra Hurek yang cedera itu,” kata Ibo Nono lagi.

Mantan pemain PSN Ngada itu juga pun merasa kecewa dengan sikap manajemen yang disebutnya tidak dewasa.

Harusnya persoalan semacam ini bisa diatasi bukannya melebar dan mencari kambing hitam kepada dirinya dan para pemain yang ada. ***