NTTKreatif, LARANTUKA – Polemik terkait dana hibah sebesar Rp150 juta dari KONI Flores Timur yang dimasukan ke rekening pribadi Ketua Askab PSSI Flores Timur, Ir. Yohanis Kopong, akhirnya menemui titik terang.

Dalam konferensi pers yang digelar di Sekretariat Askab PSSI Flotim pada Selasa (8/4), Yohanis Kopong memaparkan secara terbuka rincian penggunaan dana tersebut. Ia sekaligus menjawab berbagai spekulasi publik yang sempat mencuat terkait penggunaannya.

">

Menurut Yohanis, dana Rp150 juta tersebut sepenuhnya digunakan untuk mendukung operasional Tim Perseftim selama keikutsertaan mereka dalam ajang El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIII Kupang.

“Sebanyak Rp25 juta digunakan untuk mengembalikan dana pinjaman dari pihak ketiga yang sebelumnya dipakai saat training center (TC), termasuk biaya akomodasi tim,” jelasnya.

Selain itu, Askab mengalokasikan Rp15 juta sebagai bonus atas keberhasilan Perseftim lolos ke babak delapan besar, dan tambahan Rp10 juta saat tim melaju ke semifinal. Askab juga menanggung biaya transportasi tim selama TC di Larantuka sebesar Rp7 juta.

“Sisa dana sebesar Rp93 juta masih tersimpan di rekening pribadi saya, kemudian bertambah Rp2 juta dari donasi saat tim berada di Kupang, sehingga total dana tersisa menjadi Rp95 juta,” ungkapnya.

Setelah Perseftim berhasil meraih juara tiga di ETMC XXXIII Kupang 2025, Askab bersama manajemen tim menyepakati bahwa seluruh sisa dana yang ada di rekening Ketua Askab akan dialokasikan untuk membayar honor pemain dan pelatih.

“Setelah seluruh honor dibayarkan, saldo rekening menjadi nol. Jadi, dari total Rp150 juta, sebanyak Rp25 juta digunakan untuk membayar pinjaman awal, dan Rp125 juta dikelola bersama manajemen untuk kebutuhan tim,” tegas Yohanis.

Terkait dana tambahan dari pihak ketiga yang diperkirakan mencapai sekitar Rp70 juta, serta hadiah juara tiga dan penghargaan Fair Play senilai Rp105 juta, Yohanis menegaskan bahwa seluruh dana tersebut langsung dikelola oleh manajemen Perseftim.

“Hingga saat ini, manajemen tim memang belum menyampaikan laporan pertanggungjawaban atas dana tersebut kepada Askab. Kami mencatat, ada hampir Rp200 juta yang hingga kini belum dipertanggungjawabkan,” tandasnya.(Ell)*

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625