“Saya harus akui saya bukan kader sehingga wajar kalau saya tidak diusung. Saya tidak mau salahkan siapa-siapa. Semua murni karena saya tidak dapat dukungan partai baik yang punya seat maupun non seat walaupun saya sudah berusaha. Saya harus tahu diri. Bisa juga saya tidak lolos selain bukan kader partai mungkin punya sifat yang buruk atau mungkin dianggap pengkhianat itu bisa saja terjadi,” katanya.
Kendati gagal lolos, Aleks Rangga Pija masih berjiwa besar.
Ia tidak mau perhelatan Pilkada SBD kali ini tercederai akibat perbedaan politik.
Untuk itu, ia meminta masyarakat SBD untuk bisa mendukung para bakal calon yang maju sewajarnya saja bukan sebaliknya.
“Tidak boleh ada pengkotak-kotakan. Berbeda dalam Pilkada itu menurut itu proses Demokrasi yang harus dihargai. Demokrasi harus bebas. Sehingga saya minta semua kita mari beri suport dukung para bakal calon yang hari ini maju karena mereka semua adalah petarung yang hebat,” ungkapnya penuh harap. ***
|

Tinggalkan Balasan