NTTKreatif.com, Kupang – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) merupakan program pemerintah Indonesia yang diresmikan pada 21 Juli 2025 untuk memberdayakan ekonomi desa melalui koperasi modern.

">

Dalam rancangannya, Pemerintah Menargetkan 80.000 unit KDMP demgan fokus pada sejumlah unit usaha seperti kios pangan, apotek murah, hingga cold storage.

Walaupun memiliki tujuan yang demikian baiknya namun dalam perjalanannya banyak kritikan yang mengiringi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih ini.

Pasalnya, dengan anggaran sebesar 58,03 persen atau Rp34,57 bersumber dari Dana Desa tahun 2026 itu, banyak kepala desa menyebut kalau pemangkasan tersebut berdampak buat desanya.

Salah satunya adalah Kades Sengigi dan ketua Apdesi NTB, Mastur yang menyebut pemangkasan dana desa untuk KDMP itu berdampak pada infrastruktur.

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625