NTTKreatif, Maumere – Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Sikka mengalami lonjakan signifikan pada tahun 2024, mencapai 1.220 kasus.
Dari jumlah tersebut, 1.045 orang tergolong ODGJ berat, sementara 175 lainnya mengalami gangguan ringan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Sikka, Petrus Herlemus, mengungkapkan bahwa peningkatan ini menjadi perhatian serius.
“Terjadi peningkatan kasus ODGJ yang signifikan, dan tahun ini masih berpotensi bertambah,” ujarnya dalam pelatihan kesehatan jiwa bagi wartawan di Hotel Pelita Maumere.
Meski angka ODGJ tinggi, layanan kesehatan yang diberikan masih jauh dari harapan.
Kadis menyebut, hanya 54,9 persen ODGJ berat yang mendapat perawatan sesuai standar, sementara target idealnya adalah 100 persen.
“ODGJ berat yang mendapatkan layanan kesehatan sesuai standar hanya mencapai 54,9 persen dari target yang diharapkan 100 persen,” sebutnya.
Selain itu, kata dia, Sikka masih menghadapi kendala serius dalam penanganan ODGJ, seperti:
Kurangnya tim pemantauan minum obat (PMO)
Stigma masyarakat dan keluarga
Minimnya anggaran untuk intervensi kesehatan jiwa
Tidak adanya dukungan desa untuk rumah aman
Ketelantaran ODGJ akibat ketiadaan KTP dan jaminan kesehatan
Saat ini, tercatat 48 ODGJ masih dalam kondisi pemasungan, dengan 41 orang berada di rumah aman dan 7 lainnya dipasung menggunakan kayu.
Petrus juga memastikan bahwa pada tahun 2025 jumlah ODGJ kemungkinan akan terus meningkat.
Namun, menurutnya, pemerintah berkomitmen mengoptimalkan layanan kesehatan jiwa dengan menggandeng LSM serta Rumah Sakit Sta Elisabeth Lela dalam penanganan kasus ini.***
|
